BERITA INDONESIA – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan terus memperkuat strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa berbagai langkah taktis telah diambil untuk menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang terus digencarkan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga 18 Desember 2025, tercatat sebanyak 119 kali kegiatan GPM telah dilaksanakan di berbagai wilayah Kota Kendari.
Kegiatan ini mencakup 47 kali GPM dari APBD murni, 22 kali kolaborasi antara APBD dan Bank Indonesia, 3 kali bantuan murni BI, serta 47 kali pelaksanaan secara mandiri.
“Kami berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui distribusi pangan yang terjangkau. Selain GPM, kami juga telah menetapkan 156 Kios Pangan yang tersebar di 11 kecamatan dan 65 kelurahan di Kota Kendari,” ujar Abdul Rauf, Rabu (24/12/2025).
Kios Pangan ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia untuk penguatan rantai distribusi melalui digitalisasi.
Upaya Pemerintah Kota Kendari juga membuahkan hasil positif dalam menurunkan angka wilayah rentan pangan.
Berdasarkan analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan tahun 2025, terjadi penurunan jumlah kelurahan yang masuk kategori agak rentan pangan (Prioritas 3), dari 5 kelurahan di tahun 2024 menjadi 4 kelurahan di tahun 2025. Persentasenya pun menurun dari 7,7% menjadi 6,2%.
Adapun empat kelurahan tersebut adalah Kelurahan Anawai, Benua Nirae, Mokoau, dan Tobimeita.
Selain fokus pada distribusi dan harga, Dinas Ketahanan Pangan juga memperhatikan aspek kemandirian dan keamanan pangan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain:
- Pemanfaatan Pekarangan: Melalui pelatihan tematik Teras B2SA dan pembagian 147 bungkus benih sayuran di Kelurahan Puuwatu, Mataiwoi, Bonggoeya, dan Lalodati.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Melakukan monitoring dan evaluasi “Stop Boros Pangan” di 66 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP penerima manfaat.
- Keamanan Pangan: Melaksanakan pengawasan di 17 lokasi post market dengan mengambil 80 sampel pangan untuk diuji menggunakan Rapid Test Kit.
- Penyaluran Bantuan: Pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Pemerintah (CBP) seperti yang dilakukan di Kelurahan Kendari Caddi.
Abdul Rauf menegaskan bahwa pemantauan harga di pasar-pasar tradisional juga dilakukan secara rutin.
Hingga pertengahan Desember 2025, pendataan harga pangan strategis di tiga pasar utama telah dilaksanakan sebanyak 97 kali guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak terkendali.
Penulis : Agus Setiawan












