BERITA INDONESIA – Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari resmi mencatatkan sejarah baru dalam peta logistik internasional.
Untuk pertama kalinya, layanan terminal di bawah naungan Pelindo ini memfasilitasi ekspor langsung (direct call) komoditas ferronikel dari Sulawesi Tenggara menuju China tanpa harus melalui pelabuhan transit domestik yang panjang.
Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, menyatakan bahwa momentum ini adalah bukti kesiapan infrastruktur pelabuhan di Kendari dalam mendukung percepatan ekonomi daerah.
Herryanto menekankan bahwa dengan adanya rute langsung ini, para pelaku usaha di Sulawesi Tenggara mendapatkan keuntungan strategis dari sisi operasional.
“Tujuan utama kami adalah memperpendek waktu ekspor ke negara tujuan dan menekan biaya operasional serendah mungkin,” jelas Herryanto di sela-sela seremoni pelepasan ekspor perdana Ferry Nikel melalui TPK Kendari, Rabu (28/01/2026). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar global.
Keberhasilan pengiriman perdana sebanyak 1.015 ton ferronikel ini merupakan buah manis dari kolaborasi intensif antara TPK Kendari (Pelindo), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perindag, serta para pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam Tim Percepatan Ekspor.
Herryanto juga melaporkan bahwa pihak terminal terus melakukan perbaikan layanan guna mendukung visi pemerintah dalam hilirisasi industri.
Sinergi ini tidak hanya melibatkan instansi vertikal tetapi juga berbagai pelaku usaha seperti: Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara, Perusahaan Pelayaran seperti PT Binarapam dan Temas Shipping Line, dan Pelaku Industri seperti PT Wisnu Indonesia dan Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).
Dengan volume ekspor Sultra yang mencapai USD 3,6 miliar pada tahun 2025, TPK Kendari berkomitmen untuk terus menjadi gerbang utama perdagangan internasional bagi Sulawesi Tenggara.
“Kami siap mendukung penuh peningkatan produktivitas komoditas potensial daerah, baik dari sektor pertambangan maupun non-pertambangan seperti pertanian dan perikanan, agar dapat langsung menjangkau pasar dunia dari pelabuhan kita sendiri,” tutup Herryanto.
Penulis : Agus Setiawan












