BERITA INDONESIA – Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, H. Mansur membuka secara resmi Kemah Bakti SIGAP (Siaga Penggalang Penegak) Madrasah Tahun 2025 lingkup Kantor Kemenag Kab. Bombana, dengan tema “Bersama Pramuka Berkemah, Berbakti dan Menebar Cinta” yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kab. Bombana, Rabu (31/12/2025).
Hadir Kepala Kantor Kemenag Kab. Bombana, H Adnan Saufi, Ketua Kwarcab Kab. Bombana, Pejabat Pengawas Kantor Kemenag Kab. Bombana, Kepala Madrasah, Pembina Pramuka dan ratusan Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak Madrasah se Kab. Bombana.
Kakanwil dalam sambutannya mengatakan, kader Pramuka adalah pewaris para perintis bangsa Indonesia. Untuk membentuk generasi terbaik di masa datang, maka memerlukan pelatihan dan kolaborasi nyata di antara pembina dan siswa.
Untuk menjadi generasi terbaik dimasa datang, kata Mansur, seseorang harus menjadi orang yang pertama yang memiliki kreativitas, inovasi dan profesional serta mampu membangun ide.
Setelah menjadi yang pertama, tambahnya, selanjutnya jadilah yang terbaik dengan memiliki inovasi, kreativitas, tanggungjawab dan disiplin.
“Hari ini kita berkemah untuk menggabungkan empat komponen ini, karena dalam berpramuka diajarkan inovasi, kreativitas, tanggungjawab dan disiplin,” ungkapnya.
Dari kegiatan Pramuka ini, Mansur berharap adik-adik Pramuka menunjukkan yang terbaik.
Ia juga berpesan kepada para guru dan tenaga pendidik, saatnya pendidikan sudah harus terintegrasi dan tidak boleh ada ego sektoral. Sebagaimana dalam Asta Protas, Pendidikan harus Ramah, Unggul dan Terintegrasi.
“Kita berpramuka untuk menciptakan keunggulan itu. Untuk itu, jangan pernah memisahkan kegiatan Pramuka dan kegiatan dalam kelas. Karena kecenderungan dimasa depan itu tidak hanya tergantung dari kemampuan dalam kelas, tapi bagaimana membangkitkan semangat, invovasi dan kreatifitas anak didik kita,” tegas Mansur.
Menurutnya, kecerdasan dimasa depan paling tidak mencakup empat hal, yakni kolaborasi, kerjasama, komitmen dan kepekaan sosial. Dalam Pramuka, semua aspek ini dipelajari sehingga pembelajaran itu harus diintegrasikan.
“Kemudian, buatlah sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sehingga yang muncul adalah hal-hal positif. Jika semua hal itu kita miliki, maka tugas kita untuk menyukseskan Asta Protas terkait Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi mudah kita wujudkan. Mari manfaatkan Pramuka ini, untuk bergembira sekaligus menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan,” tandas Mansur.
Editor : Agus Setiawan












