BERITA SULTRA – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) akan memulai penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Rabu besok, 26 November 2025.
Penyaluran perdana ini akan difokuskan di empat lokasi untuk memastikan distribusi berjalan efisien dan tepat sasaran. Penyaluran bantuan akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Empat wilayah yang menjadi titik awal penyaluran adalah Kecamatan Kendari (Kelurahan Kendari Caddi), Kecamatan Nambo (Kelurahan Nambo), Kecamatan Baruga (Kelurahan Baruga), dan Kecamatan Puuwatu (Kelurahan Puuwatu).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Kendari dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan warganya, terutama bagi 16.913 KPM di Kota Kendari.
“Kami sudah menyelesaikan koordinasi dengan Bapanas dan memastikan stok serta kualitas bantuan. Mulai besok, kita akan bergerak ke empat kecamatan yang telah ditentukan untuk distribusi tahap awal ini,” ujar Abdul Rauf, yang baru-baru ini melakukan inspeksi kualitas pangan langsung di Gudang Bulog Sultra.
Sebelumnya, pada Minggu (23/11/2025), Abdul Rauf turun langsung ke Gudang Perum Bulog Kanwil Sultra untuk memeriksa kualitas beras dan minyak goreng.
Langkah ini menjamin bahwa seluruh bantuan yang akan disalurkan, termasuk penambahan komoditas minyak goreng di luar beras, berada dalam kondisi bersih, layak konsumsi, dan siap didistribusikan.
Abdul Rauf menjelaskan, bantuan yang disalurkan besok merupakan alokasi untuk jatah bulan Oktober dan November.
Ia menargetkan seluruh proses distribusi kepada belasan ribu penerima manfaat dapat rampung pada pekan pertama Desember 2025.
“Penambahan minyak goreng dalam paket bantuan ini diharapkan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meringankan beban pengeluaran harian masyarakat,” tambahnya.
Langkah penyaluran proaktif dan cepat ini merupakan upaya strategis Pemkot Kendari untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membantu menekan potensi laju inflasi menjelang akhir tahun, memastikan 16.913 KPM menerima haknya berupa pangan dengan kualitas terbaik.
Penulis : Agus Setiawan












