KENDARI – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan bagi warganya kembali membuahkan hasil manis.
Langkah “jemput bola” yang dilakukan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Drs. Abdul Rauf, ke kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI di Jakarta, memastikan kelanjutan penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi ribuan warga Kota Lulo.
Hasil koordinasi intensif tersebut menegaskan bahwa sebanyak 16.913 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kendari akan kembali menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat.
Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian Pemkot Kendari dalam meringankan beban masyarakat, terutama bagi kalangan kurang mampu, di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Ketapang baru saja melakukan koordinasi terkait CPP ke Bapanas. Alhamdulillah, hasilnya positif. Kita kembali menerima bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di Kendari,” ungkap Abdul Rauf saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kendari, Rabu (19/11).
Mantan Kepala Dinas Sosial ini juga menjelaskan adanya peningkatan skema bantuan pada periode penyaluran kali ini.
Jika sebelumnya bantuan didominasi oleh komoditas beras, pemerintah pusat kini telah menambahkan minyak goreng dalam paket bantuan tersebut.
Penambahan komoditas ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meringankan beban pengeluaran harian masyarakat.
“Bantuan ini sebenarnya sudah bergulir sejak awal tahun berupa beras. Namun, untuk penyaluran kali ini ada tambahan minyak goreng,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Rauf merinci bahwa bantuan yang akan turun ini adalah alokasi untuk jatah bulan Oktober dan November. Pihaknya menargetkan proses distribusi kepada belasan ribu penerima manfaat dapat segera dilaksanakan pada pekan pertama bulan depan.
“Insya Allah akan tersalurkan pada awal Desember 2025,” pungkasnya.
Langkah proaktif dan koordinasi intensif yang ditempuh oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari ini merupakan upaya strategis Pemkot untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan potensi inflasi menjelang akhir tahun.
Penulis : Herdy Suparmanto
Editor : Agus Setiawan












