Luwu Timur, Sulawesi Selatan – Upaya pemulihan dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti berjalan semakin progresif berkat sinergi aktif antara masyarakat dan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).
Insiden yang terjadi sejak 23 Agustus 2025 ini kini memasuki tahap pembersihan yang melibatkan ratusan warga secara langsung.
Hingga hari ke-11 pasca-kejadian, sebanyak 225 warga dari enam desa terdampak telah berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan di berbagai lokasi, termasuk aliran sungai, drainase, dan lahan pertanian.
Warga ini berasal dari Desa Lioka, Wawondula, Langkea Raya, Matompi, Baruga, dan Timampu.
Demi memastikan keselamatan, PT Vale menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar dan mendirikan posko kesehatan di lokasi.
Di Desa Lioka, Kepala Dusun Molindowe, Yusperlin Hanteka, mengapresiasi respons positif warga dan percaya penuh pada komitmen PT Vale.
“Masyarakat siap membantu sampai tuntas. Kami percaya PT Vale mampu menjaga lingkungan dan berkomitmen melakukan pemulihan menyeluruh,” ujarnya.
Tak hanya pembersihan, PT Vale juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dampak pada ternak.
Di Desa Matompi, tim langsung menangani laporan dari Suriman mengenai sapinya yang lemas setelah meminum air sungai, memastikan kesehatan ternak dan mencegahnya kembali ke area terdampak.
Endra Kusuma, Head of External Relation PT Vale Indonesia Tbk, menekankan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan adalah kunci utama percepatan pemulihan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat dan pemerintah. PT Vale berkomitmen melakukan pemulihan dengan prinsip transparansi, tanggung jawab, serta memastikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Untuk memastikan penanganan yang menyeluruh dan adil, PT Vale terus mengoperasikan Posko Pengaduan dan Informasi di Kantor Camat Towuti serta menyediakan hotline 24 jam.
Melalui kolaborasi ini, PT Vale optimistis proses pemulihan dapat berjalan cepat dan efektif, sekaligus memperkuat ketangguhan komunitas Towuti di masa depan.
Editor : Agus Setiawan












