Metro Kota

Cegah Banjir dan Longsor, Tanggul Kali Wanggu dan Kali Kemaraya Kendari Segera Dibangun

141
×

Cegah Banjir dan Longsor, Tanggul Kali Wanggu dan Kali Kemaraya Kendari Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang.

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mengupayakan pembangunan tanggul di sejumlah titik rawan banjir.

Dua lokasi yang menjadi prioritas adalah anak sungai Kali Wanggu dan Kali Kemaraya yang mana dananya berasal dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan tanggul ini merupakan salah satu prioritas yang disampaikan kepada BNPB.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan penanganan banjir yang sering melanda wilayah tersebut.

“Salah satu usulan prioritas kita ke BNPB adalah penanganan tanggul di beberapa anak sungai yang mengarah ke Kali Wanggu,” kata Cornelius Padang, Kamis (18/09/2025).

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dengan Wali Kota Kendari yang beberapa waktu lalu menemui pihak BNPB.

Ada dua titik yang disetujui untuk pembangunan tanggul ini. Pertama, anak sungai yang berada di belakang Bakso Rahayu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari.

Pembangunan tanggul atau penguatan tebing sepanjang kurang lebih 300 meter ini dinilai sangat mendesak karena saat ini air langsung masuk ke rumah warga saat banjir. Anggaran untuk proyek ini mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Titik kedua berada di Kali Kemara, tepatnya di Jalan Kolosuah. Ruas jalan ini sebelumnya rusak akibat banjir dan akan segera direhabilitasi. Penguatan tebing tanggul sepanjang 50 meter ini disetujui dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,3 miliar.

“Informasi terakhir, dana hibah ini sudah masuk di Kementerian Keuangan dan kemungkinan akhir tahun ini sudah bisa direalisasikan. Karena sifatnya dana hibah, ini bisa langsung dikerjakan tanpa menunggu tahun anggaran baru,” jelas Cornelius.

Perlu Kerja Sama Lintas Sektor untuk Solusi Jangka Panjang

Meskipun pembangunan tanggul menjadi solusi jangka pendek yang efektif, Cornelius Padang menegaskan bahwa penanganan banjir di Kali Wanggu secara keseluruhan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Menurutnya, masalah Kali Wanggu adalah persoalan besar yang sudah berlangsung lama.

“Ada Balai Wilayah Sungai, Dinas Sumber Daya Air Provinsi, dan tentunya Pemkot Kendari. Masing-masing punya tugas dan fungsi. Kalau dilakukan bersamaan, bisa mengatasi dampak dari Sungai Wanggu,” ujarnya.

Cornelius juga menyebutkan solusi jangka panjang yang paling efektif adalah relokasi warga yang bermukim di daerah rawan banjir.

Namun, ia menyadari hal ini membutuhkan biaya besar dan persetujuan warga. “Rumah-rumah warga di sana sudah berada di bibir sungai dan posisinya pun rendah. Sebenarnya tidak layak lagi menjadi kawasan permukiman,” tambahnya.

Ia berharap solusi relokasi ini bisa menjadi perhatian dan dibicarakan di tingkat yang lebih tinggi, baik di kementerian maupun provinsi, agar masalah banjir di Kali Wanggu dapat terselesaikan secara tuntas.

Laporan : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *