Hukum & Kriminal

Aksi Tuntut Pembubaran DPR Dinilai Ditunggangi Asing, GPA Sultra: “Mereka Tak Ingin Indonesia Maju”

252
×

Aksi Tuntut Pembubaran DPR Dinilai Ditunggangi Asing, GPA Sultra: “Mereka Tak Ingin Indonesia Maju”

Sebarkan artikel ini
Foto bersama pengurus GPA Sultra.

KENDARI – Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sulawesi Tenggara, Muh Iksan Saranani, menilai aksi demonstrasi yang menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bukan murni aspirasi rakyat.

Ia menduga, gerakan tersebut didalangi oleh kepentingan kapitalis asing yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju.

Menurut Iksan, kekayaan sumber daya alam dan manusia Indonesia membuat pihak asing merasa terganggu.

“Negara kita kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pihak asing yang merasa terganggu kepentingannya,” ujar Iksan kepada wartawan di Kendari kemarin.

Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah fokus pada program besar, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi industri, dan masterplan besar generasi.

“Cita-cita besar ini pasti menghadapi tantangan. Salah satunya, pihak asing mencoba mengacaukan bangsa dan negara ini dengan memanfaatkan momentum, baik lewat infiltrasi, propaganda siber, maupun cara lainnya,” jelasnya.

Iksan mengakui adanya kekecewaan publik terhadap perilaku sebagian anggota DPR, terutama terkait isu kenaikan gaji dan aksi joget saat sidang tahunan MPR pada 15 Agustus lalu.

“Kemarahan dan kekecewaan rakyat itu wajar, tapi harus disalurkan dengan cara yang bijak dan konstitusional,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau seluruh pemuda muslim di Indonesia untuk tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi.

Ia mengingatkan agar aksi massa dikelola dengan baik untuk menghindari provokator atau penyusup yang bisa merusak fasilitas umum. “Menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, tetapi jangan sampai menimbulkan kerusakan dan korban,” tambahnya.

Pada akhir pernyataannya, Iksan menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pengemudi ojek daring yang tertabrak kendaraan taktis Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/08/2025).

Iksan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kapitalis asing tidak ingin Indonesia menjadi negara maju dan besar.

“Mereka akan melakukan berbagai cara, termasuk memanfaatkan momentum aksi massa. Kita harus waspada,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *