Daerah

Kakanwil Kemenag Sultra Kukuhkan Pengurus AGPAII Kolut, Dorong Guru PAI Terapkan “Kurikulum Berbasis Cinta”

164
×

Kakanwil Kemenag Sultra Kukuhkan Pengurus AGPAII Kolut, Dorong Guru PAI Terapkan “Kurikulum Berbasis Cinta”

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus APGAI Kolaka Utara.

Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Muhamad Saleh, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Acara pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Kolaka Utara pada Jumat, 3 Oktober 2025, dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kolaka Utara, para Pejabat Pengawas, serta Ketua dan Pengurus AGPAII Provinsi Sultra.

Peran Strategis Guru PAI dan Profesionalisme

Dalam sambutannya, Muhamad Saleh menegaskan peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ia menyatakan bahwa guru PAI tidak hanya bertugas mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memiliki peran vital dalam menanamkan nilai moral, membentuk akhlak, dan membangun karakter peserta didik menjadi generasi yang beriman, bertakwa, moderat, dan cinta tanah air.

“Oleh karena itu, kehadiran AGPAII sebagai wadah profesionalisme guru PAI sangat penting dalam meningkatkan kompetensi, kualitas pembelajaran, dan memperkuat sinergi antarpendidik,” ungkap Saleh.

Kakanwil menambahkan bahwa Kemenag Sultra berkomitmen penuh mendukung langkah AGPAII melalui pembinaan, pengembangan kompetensi, dan program peningkatan mutu guru.

Program Inovatif dan Penguatan Moderasi Beragama

Saleh menaruh harapan besar pada pengurus AGPAII Kolaka Utara yang baru dikukuhkan agar mampu menghadirkan program kerja yang nyata, inovatif, dan bermanfaat. Program tersebut diharapkan mencakup, peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru PAI dan penguatan peran guru dalam membangun moderasi beragama di sekolah.

Selanjutnya, mendorong digitalisasi pembelajaran agar PAI tetap relevan dengan tantangan teknologi, dan mempererat ukhuwah dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Pesan Khusus: Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Pada kesempatan itu, Muhamad Saleh secara khusus berpesan agar guru PAI di Kolaka Utara menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

KBC, menurutnya, adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna, menyentuh hati, dan mendidik generasi berakhlak mulia.

“Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga proses menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Kakanwil.

Saleh menjabarkan, KBC menekankan bahwa pendidikan harus berlandaskan lima pilar cinta, yaitu: Cinta Kepada Sang Pencipta, Cinta Kepada Diri Sendiri dan Sesama, Cinta Lingkungan, Cinta Kepada Ilmu Pengetahuan, dan Cinta Kepada Bangsa dan Negara.

Saleh menutup sambutannya dengan menekankan agar AGPAII Kolaka Utara menjadi mitra strategis Kemenag dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing, serta menjadikan guru PAI sebagai garda terdepan dalam menjaga moralitas bangsa dan menjadi teladan dalam sikap moderat, toleran, dan cinta damai.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *