Buton Tengah, Sulawesi Tenggara – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari atau Basarnas Kendari resmi menutup Operasi SAR (Search and Rescue) terhadap kecelakaan dua buah longboat yang terbalik dan tenggelam di perairan Tolandona, Buton Tengah.
Penutupan dilakukan setelah operasi memasuki hari ketujuh (H7) dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan satu korban yang masih hilang.
Kecelakaan laut ini terjadi pada Minggu, 9 November 2025, sekitar pukul 10.38 Wita, melibatkan dua longboat dengan total empat orang di dalamnya (POB 4 orang).
Tiga orang berhasil selamat, sementara satu orang lainnya hingga kini belum ditemukan.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyatakan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh Tim SAR Gabungan. Berikut data korban dari insiden tersebut yakni Ali Sofian (Selamat ), Fadli Anihu (Selamat), Fikar (Selamat), Arif Kurniawan (Hilang), “Semua korban merupakan warga Kelurahan Kantalai, Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau,” ungkapnya.
Hingga pukul 15.00 Wita pada hari ketujuh pencarian (15 November 2025), hasil operasi dinyatakan nihil.
Berdasarkan prosedur standar, mengingat upaya pencarian telah melewati batas waktu dan tidak ada indikasi penemuan korban, Operasi SAR resmi ditutup.
“Mengingat Operasi SAR telah memasuki hari ke-7 dan tanda-tanda keberadaan korban tidak diketemukan, Ops SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Amiruddin A.S. dalam rilis resminya.
Namun, Amiruddin menambahkan bahwa Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban yang hilang, Arif Kurniawan.
Penulis : Agus Setiawan












