BERITA INDONESIA – Pemerintah Kota Kendari mulai tancap gas dalam memetakan masa depan atlet dan kebugaran masyarakatnya.
Bertempat di Ruang Rapat Sekda, Senin (19/1/2026), Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, memimpin rapat krusial terkait penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) Kota Kendari.
Bukan sekadar dokumen formalitas, DOD ini diproyeksikan menjadi “buku induk” atau blueprint yang akan mengarahkan kebijakan olahraga di Kota Kendari agar lebih terukur, profesional, dan berorientasi prestasi.
Dalam arahannya, Nismawati menegaskan bahwa wajah olahraga Kendari ke depan harus mencakup spektrum yang luas, tidak hanya soal medali.
Tiga fokus utama tersebut adalah Olahraga Pendidikan: Pembinaan bakat sejak dini di sekolah, Olahraga Rekreasi & Masyarakat: Membudayakan hidup sehat bagi warga kota, dan Olahraga Prestasi: Mempertajam kemampuan atlet di cabang-cabang unggulan.
“DOD harus disusun secara sistematis dan komprehensif. Kita perlu memetakan potensi sarana, prasarana, hingga SDM agar apa yang kita rencanakan benar-benar bisa diimplementasikan secara optimal,” ujar Nismawati.
Salah satu poin penting yang ditekan dalam rapat ini adalah kekuatan hukum. Nismawati mendorong agar DOD segera disinkronkan dengan Peraturan Wali Kota (Perwali).
Hal ini dilakukan agar program olahraga memiliki landasan anggaran yang kuat dan tidak terhambat birokrasi di masa depan.
Selain itu, Pemkot Kendari juga akan memperkuat basis data atlet dan fasilitas. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menentukan skala prioritas, mulai dari renovasi lapangan hingga pemberian insentif bagi atlet berprestasi secara tepat sasaran.
Penyusunan desain besar ini tidak dilakukan sendirian. Rapat tersebut melibatkan berbagai elemen kunci, mulai dari: Perangkat Daerah terkait, KONI Kota Kendari, Akademisi, Praktisi Olahraga.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan dokumen perencanaan yang menjawab tantangan nyata di lapangan, sehingga Kota Kendari tidak hanya menjadi partisipan dalam ajang olahraga, tetapi menjadi lumbung atlet nasional di masa depan.
Editor : Agus Setiawan












