Metro Kota

Tatap 2026, Dinas Ketapang Kendari Siapkan Strategi Jitu Menjaga Ketahanan Pangan

147
×

Tatap 2026, Dinas Ketapang Kendari Siapkan Strategi Jitu Menjaga Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran didampingi Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Balai Kota Kendari beberapa waktu lalu.

BERITA INDONESIA – Setelah dinilai sukses menjaga stabilitas pangan sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kini mulai mematangkan strategi untuk menghadapi tahun 2026.

Fokus utama masih tertuju pada pengendalian inflasi, penguatan pasokan, dan kemudahan akses pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa berdasarkan data statistik, inflasi sektor pangan di Kota Kendari sepanjang 2025 berjalan normal dan terkendali.

Keberhasilan ini mencakup aspek harga, ketersediaan stok, hingga keamanan pangan yang terjaga dengan baik.

“Menghadapi tahun 2026, kita berupaya agar stabilisasi harga dan pasokan ini semakin mudah diakses masyarakat. Kita ingin masyarakat senantiasa tersenyum karena kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujar Abdul Rauf dalam keterangannya.

Tiga Strategi Utama di Tahun 2026

Untuk mencapai target tersebut, Abdul Rauf memaparkan beberapa langkah strategis yang akan dijalankan secara berkelanjutan:

* Gerakan Pangan Murah (GPM) yang Masif: Program GPM akan terus digulirkan, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Dengan dukungan operasional mobil logistik dari Pemerintah Kota, layanan ini akan menyisir setiap kelurahan untuk menjemput bola dan mendekatkan pangan murah ke masyarakat.

* Optimalisasi Kios Pangan: Saat ini telah tersedia sekitar 150 Kios Pangan yang tersebar di berbagai sudut kota.

Dinas Ketapang akan terus melakukan edukasi, pembinaan, dan monitoring agar kios-kios ini menjadi lumbung pangan di tingkat RW dengan harga yang terjangkau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

* Pemanfaatan Teras B2SA dan Pangan Lokal: Program pemberian tanaman produktif seperti cabai akan dilanjutkan untuk menekan inflasi di tingkat rumah tangga.

Selain itu, Abdul Rauf menekankan pentingnya sosialisasi pangan lokal seperti Sinonggi, Kabuto, dan Kasuami.

Pemanfaatan pangan lokal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras.

Inovasi dan Kolaborasi Sektor Swasta

Selain penguatan program rutin, Dinas Ketapang juga akan mengedepankan inovasi dan kolaborasi pada tahun 2026.

Abdul Rauf berencana menjalin kerja sama lebih erat dengan mitra pangan, termasuk pihak swasta dan perbankan di Kota Kendari, guna memperkuat sistem ketahanan pangan daerah.

“Kami akan terus berupaya membangun inovasi dan kerja sama. Dengan dukungan dari Ibu Wali Kota Siska Karina dan Bapak Sudirman, kami optimis Kota Kendari akan semakin maju dalam urusan ketahanan pangan,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *