Nasional

HAB Kemenag ke-80, Kanwil Kemenag Sultra Perkuat Harmoni Lewat Zikir dan Doa Lintas Iman

135
×

HAB Kemenag ke-80, Kanwil Kemenag Sultra Perkuat Harmoni Lewat Zikir dan Doa Lintas Iman

Sebarkan artikel ini
Dizikir akbar yang digelar Kemenag Sultra menjelang HAB Kemenag ke-80.

BERITA INDONESIA – Menyongsong peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenag Sultra) menggelar kegiatan religi yang khidmat bertajuk “Zikir dan Doa Lintas Iman”.

Acara ini dipusatkan di Pelataran Kanwil Kemenag Sultra, Senin malam (29/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur bersama Ketua Umum MUI Sultra, Ketua FKUB Sultra, perwakilan majelis agama lintas iman, serta jajaran pejabat dan ASN lingkup Kemenag se-Sultra.

Acara diawali dengan zikir bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi doa lintas iman.

Perwakilan dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha secara bergantian memimpin doa bersama umatnya masing-masing, menciptakan suasana persaudaraan yang kental di tengah keberagaman.

Dalam sambutannya, H. Mansur menegaskan bahwa HAB ke-80 bukan sekadar perayaan seremonial.

Ia menekankan pentingnya refleksi untuk merawat harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama.

“Doa lintas iman ini adalah simbol sekaligus praksis nyata moderasi beragama. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan spiritual yang memperkuat persaudaraan kemanusiaan,” ujar Mansur.

Ia menambahkan bahwa tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, adalah pesan moral yang krusial. Menurutnya, kerukunan umat merupakan fondasi utama persatuan nasional dalam menghadapi tantangan global.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Sultra, Drs. KH. Muslim, M.Si, dalam pidato kebangsaannya menyampaikan bahwa perbedaan adalah fitrah manusia.

Ia mengingatkan bahwa esensi setiap agama adalah cinta dan ketenangan, bukan kebencian.

“Dalam konteks moderasi beragama, kunci saling menghargai adalah tidak melakukan intervensi dan interupsi terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Kita boleh berbeda dalam implementasi ajaran, tetapi jangan sampai bercerai-berai atau saling menyerang,” tegas KH. Muslim.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sultra berharap bangsa Indonesia senantiasa dianugerahi kedamaian dan persatuan.

Doa bersama ini juga ditujukan agar para pemimpin bangsa diberi kebijaksanaan dan aparatur negara diberikan keikhlasan dalam melayani masyarakat.

Acara ditutup dengan apresiasi tinggi dari Kakanwil kepada seluruh tokoh agama yang hadir, dengan harapan energi positif dari kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *