Ekonomi & Bisnis

PT Pelni Beri Diskon Tiket 20% Selama Libur Nataru, Ini Syarat dan Ketentuannya

241
×

PT Pelni Beri Diskon Tiket 20% Selama Libur Nataru, Ini Syarat dan Ketentuannya

Sebarkan artikel ini

BERITA INDONESIA – Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang berencana melakukan perjalanan laut selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

PT Pelni (Persero) menghadirkan program promo spesial berupa potongan harga tiket sebesar 20%.

Kepala Cabang PT Pelni Kendari, Andi Ramadan, mengonfirmasi bahwa kebijakan diskon ini merupakan program pemerintah yang berlaku secara nasional di seluruh wilayah kerja Pelni, termasuk keberangkatan dari Sulawesi Tenggara.

“Diskon ini berlaku menyeluruh di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk di Kendari, ada tiga kapal kami yang beroperasi yaitu KM Jetliner, KM Gandha Nusantara 78, dan KM Tilongkabila,” ujar Andi Ramadan saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (18/12/2025).

Program diskon 20% ini sudah mulai berjalan dan akan berakhir pada 10 Januari 2026.

Namun, Andi menekankan bahwa diskon ini memiliki kuota tertentu yang ditetapkan oleh pusat melalui Departemen Perhubungan Laut.

“Diskon ini ada kuotanya. Jadi masyarakat sebaiknya segera membeli karena sistemnya siapa cepat dia dapat. Bisa jadi sebelum tanggal 10 Januari kuotanya sudah habis karena orang berbondong-bondong membeli secara online,” tambahnya.

Perlu dicatat bahwa potongan 20% tersebut hanya berlaku untuk harga tiket dasar. Biaya lain seperti pas pelabuhan dan asuransi tidak termasuk dalam komponen yang didiskon.

Andi memberikan ilustrasi, jika harga tiket dasar ke Raha adalah Rp100.000, maka penumpang cukup membayar Rp80.000 (belum termasuk biaya asuransi dan pas pelabuhan).

Menghadapi lonjakan penumpang di masa Nataru, PT Pelni Kendari juga memastikan seluruh armada dalam kondisi layak laut.

Andi menegaskan bahwa pengecekan teknis telah dilakukan secara ketat sebelum memasuki masa liburan.

“Persiapan uji kelayakan sudah dilakukan oleh pihak Syahbandar, BKI (Biro Klasifikasi Indonesia), dan tim pemeriksa internal kapal. Mulai dari bagian dek, mesin, hingga alat keselamatan seperti life raft, life jacket, dan pelampung sudah disiapkan semua,” jelasnya.

Langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang serta mencegah terjadinya insiden di laut selama masa puncak perjalanan.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *