Ekonomi & Bisnis

Urban Farming dan Kombinasi Perikanan Darat Jadi Strategi Distan Kendari Perkuat Pangan Lokal Tahun 2026

124
×

Urban Farming dan Kombinasi Perikanan Darat Jadi Strategi Distan Kendari Perkuat Pangan Lokal Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran didampingi Kadis Pertanian, Makmur dan Ketua TP PKK Kota Kendari Shintya Putri Anawula Sudirman memanen sayuran di Pelataran Kantor Distan Kendari.

Berita Sultra – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari telah mengusulkan program kerja utama untuk tahun 2026 yang akan berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal dan pengendalian inflasi melalui program unggulan Urban Farming atau Pertanian Perkotaan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, menjelaskan bahwa program kerja tahun depan tetap merujuk pada “Asta Cita” Presiden, dengan penekanan pada peningkatan ketahanan pangan lokal.

“Iya, ini sudah diusulkan untuk tahun depan. Program kita tahun depan tentunya tetap merujuk pada Asta Cita Presiden, yaitu bagaimana upaya kita meningkatkan ketahanan pangan lokal dan bagaimana kita terlibat dalam pengendalian inflasi,” ujar Makmur, Kamis (05/12/2025).

Makmur menyebutkan bahwa program unggulan Distan Kendari adalah Urban Farming.

Salah satu poin utama dari urban farming adalah mendorong gerakan massal yang disebut “Kendari Berkebun”.

“Program unggulan kita itu urban farming. Nah, salah satu poin dari urban farming tadi itu menghindari berkurang kebun. Ini merupakan gerakan massal yang dicanangkan oleh Walikota untuk pemanfaatan pekarangan, kemudian lahan-lahan sempit yang tidak tergunakan,” jelasnya.

Melalui gerakan ini, masyarakat akan diedukasi untuk mengolah lahan tersebut agar bisa ditanami dengan tanaman sayuran ataupun tanaman obat-obatan.

Gerakan Kendari Berkebun dinilai akan sangat berdampak, terutama dalam pemanfaatan lahan tidur di Kota Kendari. Hal ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan lokal warga, khususnya sayur-mayur.

“Sangat berdampak karena kebutuhan pangan lokal, kebutuhan pangan warga itu bisa terpenuhi. Mungkin satu dua hari bisa terpenuhi dari situ, utamanya yang sangkutannya dengan sayur-mayur,” tambah Makmur.

Ia juga menyoroti potensi kombinasi antara pertanian dan perikanan darat, seperti pembuatan kolam terpal sederhana.

Kombinasi ini dinilai akan sangat meningkatkan dampak program.

“Apalagi nanti kalau kita sudah gabung misalnya kombinasi dengan perikanan darat itu kan bagus sekali nanti. Misalnya lewat kol-kol yang kita buat sendiri, misalnya terpal. Itu bisa akan sangat berdampak,” tuturnya.

Dampak lainnya adalah menjadikan Kota Kendari lebih hijau, bukan oleh gulma, tetapi oleh tanaman sayur-mayur yang diusahakan oleh warga. Kesadaran ini diharapkan akan membentuk komunitas-komunitas berkebun yang akan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang lebih luas di perumahan.

Makmur mengungkapkan bahwa meskipun anggaran spesifik untuk program Kendari Berkebun belum ditetapkan karena masih dalam tahap program, akan ada dukungan signifikan dari pemerintah daerah berupa anggaran.

Anggaran ini akan digunakan untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat, termasuk pengadaan bibit gratis.

“Kita belum tahu (besar anggaran) karena memang masih dalam bentuk program tetapi akan ada dukungan dari pemerintah berupa anggaran. Kan ini harus sosialisasi dan edukasi masyarakat. Iya, sosialisasi dan edukasi, bagaimana bibit gratis, pengadaan gratis. Nah, itu kan semua harus kita bantu dulu. Bagaimana masyarakat terdorong dulu,” pungkasnya.

Makmur mengonfirmasi bahwa untuk tahun 2026, kemungkinan besar akan ada pengadaan bibit untuk tanaman sayuran bagi masyarakat.

Sementara itu, untuk pengadaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan bibit komoditas seperti jagung dan padi, Distan akan mengandalkan bantuan dari provinsi maupun langsung dari pemerintah pusat.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *