Metro Kota

Call Center 112 Pemkot Kendari Catat 3.218 Aduan Masyarakat

181
×

Call Center 112 Pemkot Kendari Catat 3.218 Aduan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Dinas Kominfo Kendari membuka layanan call Center 112 untuk membantu masyarakat kota Kendari yang membutuhkan pertolongan.

BERITA SULTRA – Layanan darurat terpadu Call Center 112 Kota Kendari menunjukkan kinerja positif dengan mencatat total 3.218 panggilan masuk sepanjang bulan November 2025.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari menyoroti adanya peningkatan signifikan pada kualitas panggilan, yang mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menggunakan kanal darurat secara tepat.

Dari seluruh panggilan yang masuk, 2.527 di antaranya tergolong panggilan valid, sementara 691 sisanya merupakan panggilan tidak valid atau ghost call.

Dengan persentase panggilan valid mencapai 79 persen, angka ini dinilai sebagai capaian yang sangat positif oleh Dinas Kominfo.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyampaikan apresiasi kepada petugas Call Center 112 yang siaga 24 jam. Ia menyatakan bahwa dominasi laporan valid membuktikan kepercayaan publik terhadap layanan darurat ini.

“Call Center 112 semakin dipercaya masyarakat. Data bulan November memperlihatkan bahwa laporan valid mendominasi, ini menandakan kesadaran warga terhadap layanan darurat semakin baik,” ujar Sahuriyanto Meronda.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan prank call karena hal tersebut sangat mengganggu penanganan laporan mendesak.

Berdasarkan rekapitulasi laporan, petugas call taker menerbitkan 118 tiket laporan untuk ditindaklanjuti.

Jenis kejadian yang paling sering dilaporkan adalah: Gangguan PLN: 27 laporan, Permintaan Penebangan Pohon: 22 laporan, dan Perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU): 15 laporan.

Laporan lainnya mencakup gangguan ketertiban warga, tawuran, hingga pohon tumbang.

Terkait respons instansi terkait, dari 118 laporan yang diterbitkan, 95 laporan telah selesai ditindaklanjuti dan 23 laporan masih dalam proses penyelesaian.

PLN menjadi salah satu instansi dengan respons cepat, menindaklanjuti seluruh laporan gangguan listrik yang masuk.

Sementara itu, DLHK menyelesaikan 14 dari 24 laporan penanganan pohon dan Dinas Perhubungan menyelesaikan 9 dari 18 laporan perbaikan LPJU.

Sahuriyanto menegaskan bahwa evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan.

Fokus utama adalah mempercepat respons lintas instansi dan menekan angka panggilan tidak valid.

“Kominfo bersama seluruh instansi terkait terus berkomitmen meningkatkan kecepatan penanganan. Kami berharap masyarakat tetap menjadikan 112 sebagai kanal utama dalam keadaan darurat. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan warga akan membuat layanan ini semakin optimal,” tutupnya.

Laporan bulan November ini menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam upaya penguatan sistem layanan darurat yang lebih responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan warga.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *