Hukum & Kriminal

Satgas Pengendalian Harga Kendari Serius Stabilkan Harga Beras Sesuai Perintah Presiden

156
×

Satgas Pengendalian Harga Kendari Serius Stabilkan Harga Beras Sesuai Perintah Presiden

Sebarkan artikel ini
Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf mendampingi Satgas Pengendalian Harga Bentukan Presiden Prabowo mengecek harga beras premium di Kota Kendari. Foto : Agus Setiawan

Kendari – Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga yang dibentuk menyusul perintah langsung Presiden RI, bergerak cepat di Kota Kendari dengan menyisir sejumlah distributor beras dan pasar.

Hasilnya, Satgas menemukan masih banyak beras jenis premium dan medium yang dijual pedagang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, usai memimpin tim Satgas turun ke lapangan, Rabu (22/10/2025).

“Setelah Zoom meeting dengan Polda, Satgas Pangan pusat dan provinsi, kami di Polres langsung bergerak ke lapangan,” kata Abdul Rauf.

Kunjungan lapangan tersebut menyasar beberapa lokasi, termasuk pasar Anggrek Nongho dan sejumlah distributor beras besar di Kendari, seperti UD Alena dan UD Gangga.

Dari hasil temuan, Rauf menjelaskan bahwa permasalahan utama adalah penjualan beras premium dan medium yang masih melampaui HET.

“Jadi memang di Kota Kendari ini, tadi ini kan masih banyak beras khususnya premium dan medium itu ditemukan masih di atas HET,” ujarnya.

Selain masalah harga, Satgas juga menemukan adanya kerumitan terkait peredaran beras dengan merek yang tidak jelas (labur-labur merek).

Kadis Ketapang menegaskan bahwa Satgas Pengendalian Harga akan terus menelusuri rantai pasok beras untuk memastikan harga kembali stabil dan dijual sesuai HET.

“Ini perintah Bapak Presiden langsung. Makanya seluruh Indonesia satgas ini (turun),” tegasnya.

Kegiatan Satgas ini melibatkan tim gabungan yang cukup lengkap, mulai dari tim Polda (termasuk Reskrim), Kepala Bulog, Kadis Pangan dan Perdagangan Provinsi, Kadis Pangan Kota, hingga perwakilan dari Badan Perundang-undangan, Bappenas, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari tingkat pusat yang turut memantau langsung.

“Pemerintah ingin bagaimana harga beras ini, premium dan medium, itu kembali stabil,” tutup Abdul Rauf, memastikan upaya pengendalian harga akan terus digalakkan.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *