Metro Kota

Teras Rumah Jadi Benteng Inflasi, Pemkot Kendari Masifkan Program Tanam Cabai Siap Petik

115
×

Teras Rumah Jadi Benteng Inflasi, Pemkot Kendari Masifkan Program Tanam Cabai Siap Petik

Sebarkan artikel ini
Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf menyiapkan bibit tanaman siap petik untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan, yang dipicu oleh fluktuasi harga beras dan cabai.

Inovasi yang dihadirkan di antaranya adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program penguatan ketahanan pangan keluarga, yang dijuluki “teras rumah tangga” atau penanaman cabai di pekarangan rumah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyampaikan bahwa program pengendalian inflasi di sektor pangan ini diawali dari rasa kepedulian terhadap tingginya inflasi yang dipengaruhi oleh dua komoditas utama, yakni beras dan cabai.

“Alhamdulillah. Berkat inovasi kita ini ya di pangan, Ini dua ini (beras dan cabai) yang terkadang andilnya terhadap inflasi cukup tinggi,” ujar Abdul Rauf.

Untuk mengatasi lonjakan harga beras, Kota Kendari telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 85 kali, baik secara mandiri, menggunakan APBN, maupun bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Selain GPM, Pemkot Kendari juga menghadirkan inovasi dengan membangun kurang lebih 130 kios pangan atau gerai yang tersebar di 65 kelurahan.

Kehadiran kios pangan ini mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan mendasar, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sementara itu, untuk mengendalikan inflasi dari komoditas cabai, Pemkot Kendari meluncurkan program penanaman cabai di pekarangan rumah tangga.

Program ini bermula dari inisiatif swadaya untuk membagikan 100 tanaman cabai siap panen kepada beberapa kepala keluarga.

Setelah mendapat respons positif dan terbukti efektif mengurangi beban masyarakat, program tersebut didorong menjadi kebijakan yang lebih masif dan mendapat tambahan anggaran perubahan untuk pengadaan tanaman.

Saat ini, Pemkot Kendari telah menyediakan kurang lebih 450 tanaman cabai siap petik yang dibagikan kepada masyarakat.

Pemilihan cabai diprioritaskan karena merupakan salah satu penyumbang inflasi utama.

“Kalau ini ada di masyarakat kita di rumah-rumah masyarakat menengah ke bawah, ada tanaman cabai di rumahnya, setidaknya masyarakat untuk membeli cabai itu tidak berbondong-bondong ke pasar, sehingga juga inflasi kita bisa terkendalikan karena cabainya mereka sudah ada di rumah-rumah, tinggal dipetik,” jelas Rauf.

Program ketahanan pangan keluarga ini mendapat dukungan positif dan direncanakan akan ditingkatkan anggarannya pada tahun 2026.

Abdul Rauf menambahkan, untuk tahun depan, pihaknya merencanakan akan membagikan 1.000 hingga 2.000 tanaman cabai yang sudah siap panen dalam wadah polybag. Setiap rumah tangga ditargetkan menerima minimal 10 pohon.

“Rencananya kita sudah di 1.000 atau 2.000 ya. Pokoknya betul-betul masyarakat menyentuh masyarakat, siap panen, tidak perlu lagi menunggu,” tutup Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *