Kendari, Sulawesi Tenggara – Dunia pendidikan Kota Kendari disinari oleh gerakan inspiratif bernama “Sabtu Belajar Bersama Komunitas Kendari Belajar”.
Program yang diprakarsai oleh Dewi Hernia Nengsih, M.Pd., seorang Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, telah menjadi wadah vital bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk terus belajar dan berbagi praktik baik.

Komunitas Kendari Belajar sendiri telah terbentuk sejak tahun 2022. Setiap hari Sabtu, para pendidik dari Kota Kendari, bahkan kabupaten tetangga seperti Konawe dan Konawe Selatan, antusias berkumpul di Aula Dinas Pendidikan Kota Kendari.
Mereka mengikuti sesi pelatihan dan diskusi yang relevan, mulai dari adaptasi teknologi, implementasi Kurikulum Merdeka, hingga pengembangan pembelajaran inovatif.
Yang menarik, kegiatan ini dijalankan secara sukarela dan tanpa paksaan. Di balik keberhasilannya, sosok Ibu Dewi Hernia Nengsih, M.Pd. menjadi figur sentral.
Beliau memanfaatkan hari libur yang seharusnya menjadi waktu istirahat untuk membersamai para pendidik belajar dan berkembang bersama, menunjukkan semangat pengabdian tanpa pamrih.

“Kepemimpinannya yang rendah hati, kolaboratif, dan penuh empati menjadikan suasana belajar di komunitas ini hangat dan menyenangkan,” ujar salah satu peserta.
Di tengah keterbatasan fasilitas, Komunitas Kendari Belajar justru menumbuhkan semangat gotong royong yang tinggi.
Para peserta dengan sukarela membawa perlengkapan sendiri, seperti alas duduk, meja kecil, hingga makanan ringan.
Ketulusan dan konsistensi inilah yang menjadikan Ibu Dewi teladan bagi banyak pendidik di daerahnya.
Kini, “Sabtu Belajar Bersama” telah berkembang dari program rutin menjadi gerakan pendidikan berdampak luas, menginspirasi banyak guru dan kepala sekolah untuk mereplikasi kegiatan serupa di sekolah masing-masing.
Dewi Hernia Nengsih membuktikan bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten dan berakar pada semangat kolaborasi.
Beliau bukan hanya seorang pengawas sekolah, tetapi juga penggerak yang berhasil menyalakan api semangat belajar sepanjang hayat di hati para pendidik di Sulawesi Tenggara.
Editor : Agus Setiawan












