Kendari – Maraknya isu kenakalan remaja di Kota Kendari direspons serius oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari.
Sekolah ini mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan kerohanian siswa-siswinya sebagai upaya membentengi mereka dari aktivitas negatif.
Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 1 Kendari, H. Mapatalliang. Ia menjelaskan bahwa penguatan program ini bertujuan mengalihkan energi dan fokus para pelajar ke kegiatan yang positif, konstruktif, dan sesuai dengan norma agama.
“Kami menganggap penting untuk memberikan wadah yang tepat bagi para siswa. Dengan aktif dalam kegiatan eskul dan mendalami nilai-nilai agama melalui kerohanian, anak-anak akan memiliki benteng diri yang kuat agar terhindar dari kenakalan remaja yang saat ini marak,” ujar H. Mapatalliang, Kamis (25/09/2025).
Kebijakan Penitipan Ponsel untuk Cegah Konten Negatif
Selain penguatan kegiatan positif, MTsN 1 Kendari juga mengeluarkan kebijakan strategis untuk mengontrol penggunaan gawai siswa di lingkungan sekolah.
H. Mapatalliang memberlakukan kebijakan penitipan ponsel (HP) pelajar pada lemari khusus selama jam pelajaran.

“Ini adalah langkah preventif. Kami tidak melarang sama sekali, tetapi kami atur penggunaannya agar mereka tidak terganggu selama proses belajar mengajar. Yang lebih penting, ini dilakukan agar anak tidak bisa mengakses konten negatif yang marak di media sosial dan internet selama berada di madrasah,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga fokus belajar siswa sekaligus melindungi mereka dari paparan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan moral.
Melalui kombinasi penguatan spiritual dan pembatasan akses konten negatif, MTsN 1 Kendari berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa-siswi yang berakhlak mulia.
Editor : Agus Setiawan












