Metro Kota

Gubernur Andi Sumangerukka Dukung Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Sulawesi Tenggara

133
×

Gubernur Andi Sumangerukka Dukung Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka bersama beberapa kepala daerah di Indonesia foto bersama Mentan dan Mendagri di Jakarta.

JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Auditorium Gedung F, Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 September 2025.

Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Republik Indonesia ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Turut hadir pula para gubernur, perwakilan BUMN pangan, serta 200 kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka memaparkan potensi besar yang dimiliki Sulawesi Tenggara.

Ia menyebutkan, provinsi ini memiliki tujuh komoditas perkebunan yang berpotensi untuk dihilirisasi, yaitu tebu, jambu mete, kakao, kelapa, sagu, aren, nilam, dan sawit. Dari ketujuh komoditas tersebut, tebu, jambu mete, dan kakao telah masuk dalam program hilirisasi nasional.

Gubernur Andi menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah komoditas tebu, seiring dengan rencana pembangunan pabrik tebu di Kabupaten Konawe Selatan.

Pembangunan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan dampak positif yang signifikan pada perekonomian daerah.

Sebagai wujud komitmen, Gubernur Sultra juga menandatangani MoU Komitmen Kesanggupan Pemenuhan Data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bersama gubernur dari provinsi lain.

Program hilirisasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan petani, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *