Luwu Timur, Sulawesi Selatan – Buntut dari kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, beberapa desa di area terdampak kini menghadapi krisis air bersih.
Warga Dusun Molindowe di Desa Lioka dan Desa Timampu menjadi yang paling terdampak, dengan total 19 keluarga melaporkan kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Merasa prihatin, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) langsung bergerak cepat. Setelah menerima laporan, tim darurat segera menyalurkan bantuan air bersih.
Mobil tangki air, tandon penampung, dan jaringan selang disiapkan untuk memastikan pasokan air rutin dan lancar bagi warga.
Distribusi ini akan terus dilakukan setiap dua hari sekali hingga hasil uji laboratorium menunjukkan air di wilayah tersebut aman untuk dikonsumsi kembali.
Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menyatakan bahwa respons cepat ini adalah wujud kepedulian perusahaan.
“Kami memahami betapa pentingnya akses air bersih bagi warga. Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” tegasnya.
Respons ini merupakan tindak lanjut dari aduan yang disampaikan warga melalui Posko Pengaduan & Informasi yang didirikan di Kantor Camat Towuti dan melalui layanan hotline 24 jam.
Sejak kejadian, tercatat 130 aduan telah diterima, di mana 44% di antaranya telah selesai ditangani, 48% dalam proses, dan 8% masih diverifikasi.
Kepala Desa Timampu, Syamsul Rusdang, menyampaikan apresiasinya. “Bantuan air bersih dari PT Vale sangat berarti bagi warga kami. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sampai pemulihan tuntas,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua BPD Timampu, Abdul Rahman, yang menghargai keterbukaan dan perbaikan komunikasi PT Vale di lapangan.
Selain bantuan air bersih, PT Vale juga berkomitmen untuk melakukan upaya pemulihan menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial.
Proses ini melibatkan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan tim ahli independen, dengan transparansi sebagai landasan utama.
Editor : Agus Setiawan












