KENDARI – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Kadin Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah.
Hal ini disampaikannya usai Rakornas Produk Hukum Daerah (PHD) dan Rapimprov Kadin Sultra 2025 yang dihadiri para gubernur, wali kota, dan bupati di Sultra, Rabu (29/08/2025).
Menurut Anindya, peningkatan ekonomi daerah adalah kunci untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menekankan bahwa strategi yang tepat bukanlah dengan buru-buru menaikkan pajak atau retribusi, melainkan dengan mengembangkan dunia usaha terlebih dahulu.
“PAD Sultra masih di bawah, di situlah kami (dunia usaha) perlu bekerja keras bersama pemerintah untuk meningkatkannya. Jangan cepat-cepat menaikkan pajak, tapi sebaliknya, kembangkan dulu dunia usahanya,” ujar Anindya.
Selain itu, Anindya juga menyoroti potensi besar Sultra. Ia menilai provinsi ini tidak hanya identik dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki potensi pariwisata yang sangat prospektif.
“Saya rasa Sultra ini sudah jadi pencopotan. Bukan tiba-tiba kenapa Gubernur mengadakan Rakornas di sini untuk para Gubernur, para Kota, Bupati. Dan kami ikut mendampingi beliau sembari meningkatkan perekonomian di Sultra,” pungkas Anindya.
Laporan : Agus Setiawan












