Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara – Tim pengabdi dari perguruan tinggi, yang dipimpin oleh Dr. H. Marjani, S.Pd., SM., M.Si., mengadakan pelatihan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Laywo Jaya, Konawe Kepulauan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang melimpah di desa tersebut, seperti kelapa dan pala, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut Dr. Marjani, kegiatan ini adalah bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi yang fokus pada pengabdian masyarakat.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pelaku UMKM, yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pemuda desa.
“Pelatihan ini kami rancang untuk mendorong inovasi produk, menguasai pemasaran digital, dan memperkuat manajemen usaha agar produk mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Dr. Marjani.
Mengatasi Tantangan UMKM Lokal
Desa Laywo Jaya dikenal dengan hasil kelapa dan pala. Namun, selama ini petani hanya menjualnya dalam bentuk mentah atau kopra, yang harganya sering tidak stabil. Selain itu, masalah lain yang dihadapi pelaku UMKM di desa ini antara lain, Kurangnya Inovasi Produk: Mereka belum mampu mengolah kelapa dan pala menjadi produk turunan dengan nilai jual tinggi.

Selanjutnya, Keterbatasan Pemasaran: Pemasaran masih mengandalkan cara tradisional, seperti dari mulut ke mulut atau pasar desa.
Kemudian, Manajemen Usaha yang Lemah: Pelaku UMKM kekurangan pengetahuan tentang manajemen keuangan, perizinan, dan branding produk.
Terakhir, Kualitas Produk Rendah: Proses pengolahan yang kurang higienis menghasilkan produk yang tidak memenuhi standar pasar.
Target Luaran dan Harapan
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa luaran, di antaranya dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah produk bernilai ekonomi tinggi.
Selanjutnya bisa mewujudkan diversifikasi produk olahan UMKM, pembentukan strategi pemasaran digital yang efektif dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Laywo Jaya.
Dengan adanya pelatihan ini, tim pengabdi berharap kelompok UMKM di Desa Laywo Jaya bisa lebih mandiri dan berdaya saing, mengubah potensi alam menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Tim pengabdi ini juga beranggotakan Selvi Diliyanti Rizki, SE., M.Si., Dr. Murini, SE., M.Si., serta tiga mahasiswa, yaitu Rio, Reza Alvared, dan Hartono.
Laporan : Agus Setiawan












