Ekonomi & Bisnis

Pemkot Kendari Targetkan Tiga Kali Panen Padi Setahun di Amohalo

796
×

Pemkot Kendari Targetkan Tiga Kali Panen Padi Setahun di Amohalo

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran melaksanakan panen padi sawah perdana di Kawasan Amohalo, Baruga, Kota Kendari. (Foto : Agus Setiawan)

Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota Kendari sukses melaksanakan panen padi sawah musim tanam kedua di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Rabu (08/10/2025).

Kegiatan ini menjadi momen penegasan komitmen Pemkot Kendari dalam menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.

Acara panen raya yang dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Bulog, BPN, BMKG, dan berbagai instansi terkait.

Jaminan Stabilitas Harga Lewat Panen Padi

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengungkapkan rasa bangganya atas hasil panen tersebut dan menyebut bahwa kontribusi petani sangat vital.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memberikan arahan kepada petani di Kawasan Persawahan Amohalo.

Ia menyoroti bahwa berkat stabilitas harga komoditas utama, khususnya beras, Kota Kendari saat ini menjadi wilayah dengan tingkat inflasi terendah di Sulawesi Tenggara.

“Dasarnya dari yang sebentar kita akan memetik hasilnya, yaitu dari harga beras yang stabil. Ini semua tidak lebih dari kerja keras kita semua, terutama bagi para petani kita,” ujar Siska Karina Imran.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga agar tidak terjadi inflasi (harga tinggi) maupun deflasi (harga terlalu rendah), sehingga baik masyarakat maupun pedagang sama-sama sejahtera.

Laporan Dinas Pertanian: Target Tiga Kali Tanam Setahun

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, dalam laporannya menyebutkan bahwa panen musim tanam kedua (periode Juni–Oktober) ini mencakup luasan kawasan Amohalo yang mencapai 320 hektar.

Panen telah dimulai sejak 5 Oktober 2025 dan hingga kini sudah lebih dari 100 hektar yang dipanen.

“Produksi untuk per hektar rata-rata 5,5 ton gabah kering panen. Varietas padi yang ditanam antara lain Inpari 32, Ciherang, Kopit, dan Mekongga,” jelas Makmur.

Makmur menyampaikan bahwa saat ini indeks pertanaman (IP) di Amohalo masih dua kali setahun. Pihaknya menargetkan untuk meningkatkan IP menjadi tiga kali setahun mulai tahun depan.

“Upaya-upaya yang kita lakukan adalah rehabilitasi saluran sekunder, fasilitasi pengawasan pupuk bersubsidi di mana pada 2025 kita mendapat alokasi 270.000 kg serta peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan,” tambahnya.

Janji Infrastruktur dan Bantuan Alat Pertanian

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari juga menyerahkan bantuan dua unit traktor empat roda dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk dikelola oleh Brigade Pangan Kota Kendari.

Menanggapi keluhan utama para petani, Wali Kota Siska memberikan komitmen tegas.

“Yang masalah utamanya apa? Infrastruktur jalan. Saya janji tahun depan kita aspal,” kata Wali Kota, yang menambahkan bahwa pengaspalan jalan akses sepanjang hampir 3 kilometer menuju kawasan Amohalo akan dimulai pada tahun 2026.

Terkait harga dan pasca-panen, Pemkot juga berjanji akan mengaktifkan kembali aset penggilingan padi yang ada di lokasi tersebut agar petani dapat memproses gabah dengan lebih mudah dan menjaga kualitas gabah kering giling sesuai standar Bulog.

Makmur dan Wali Kota sama-sama berharap agar seluruh petani di Kendari terus kompak dalam masa tanam serentak untuk memaksimalkan fungsi pengairan dan meminimalisir serangan hama.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *