Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota Kendari melalui berbagai stakeholder berkomitmen penuh untuk melakukan Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Digital.
Sosialisasi mengenai langkah strategis ini digelar sebagai bagian dari pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XIX Sultra, dengan tujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan inovasi yang inklusif.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang meresmikan kegiatan tersebut, menekankan bahwa di era perubahan teknologi yang cepat, perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi harus menjadi ruang belajar bersama dan wahana pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum strategis bagi kita semua untuk membangun sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Literasi adalah jalan untuk menjaga nilai kebenaran sebagaimana falsafah ‘Inae Konasara Ie Pinesara’,” ujar Wali Kota.
Penyediaan Akses Tanpa Batas Ruang dan Waktu
Arniaty Dg Kanang, salah satu peserta PKA Angkatan XIX Sultra, yang menjadi pemateri sosialisasi, menjelaskan bahwa transformasi digital adalah keharusan untuk menjawab tantangan rendahnya budaya baca dan keterbatasan akses fisik.
“Transformasi layanan digital adalah jawaban terhadap tantangan rendahnya budaya baca dan kebutuhan masyarakat akan informasi yang praktis. Perpustakaan digital bukan sekadar teknologi, tetapi jembatan menuju masyarakat cerdas dan berdaya,” kata Arniaty.

Transformasi ini mencakup beberapa komponen utama, antara lain: Digitalisasi Koleksi: Mengubah koleksi cetak ke format digital, seperti penyediaan e-book dan jurnal online, dan Sistem Layanan Online: Implementasi OPAC (Online Public Access Catalog) dan INLISLite serta pengembangan aplikasi perpustakaan digital berbasis mobile, serta Infrastruktur Teknologi: Penyediaan jaringan internet yang memadai.
Komitmen Pemkot dan Kolaborasi Lintas Sektor
Transformasi ini didukung penuh oleh regulasi daerah, termasuk SK Walikota No. 59 Tahun 2022 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Tujuannya adalah menyediakan akses informasi yang lebih luas tanpa batas ruang dan waktu, serta mengintegrasikan kearifan lokal dalam layanan digital.
Wali Kota Siska Karina Imran mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi.
Ia mengakui bahwa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital masyarakat tidak dapat diatasi sendiri.
“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen penuh mendukung setiap program yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM melalui literasi dan penguasaan teknologi informasi. Sinergi, dukungan, dan peran aktif semua stakeholder menjadi kunci keberhasilan bersama,” tutupnya.
Penulis : Agus Setiawan












