Nasional

TNI-Polri Tegaskan Soliditas, Gelar Patroli Gabungan Pulihkan Keamanan Pasca Demo Anarkis

106
×

TNI-Polri Tegaskan Soliditas, Gelar Patroli Gabungan Pulihkan Keamanan Pasca Demo Anarkis

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers TNI-Polri Pasca demo anarkis di Jakarta.

Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan sinergi mereka dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya pasca aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Balai Wartawan Pusat Penerangan TNI, Mabes TNI, pada Jumat (5/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kerja sama antara TNI dan Polri bukan sekadar simbolik, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan melaksanakan patroli gabungan skala besar yang bertujuan untuk memulihkan situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud kehadiran negara. TNI dan Polri hadir bersama dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” ujar Brigjen. Pol. Trunoyudo, yang juga didampingi oleh Kepala Biro Provos (Karoprovos) Divisi Propam Polri, Brigjen. Pol. Naek Pamen Simanjuntak.

Mewakili Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Ia menekankan peran vital media arus utama dan jurnalis sebagai penyampai informasi yang kredibel.

“Teman-teman media adalah saluran utama informasi yang kredibel. Kami harap publik mengedepankan klarifikasi dan konfirmasi sebelum mempercayai suatu informasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam penanganan pasca demo, Polri mengedepankan pendekatan komprehensif yang mencakup langkah preventif, preemtif, dan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penindakan hukum bila diperlukan.

Proses penegakan hukum ini, lanjutnya, akan dilakukan secara transparan dan terukur melalui gelar perkara.

Terakhir, Polri juga menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap kritik dari masyarakat sebagai bagian dari proses menuju institusi yang lebih modern dan humanis.

Namun, kritik dan aspirasi diharapkan disampaikan melalui koridor hukum yang berlaku. “Polri adalah milik masyarakat. Kami tidak anti kritik. Kami selalu terbuka menerima masukan demi perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara TNI dan Polri, diharapkan kondusivitas sosial dapat segera pulih dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *