BERITA INDONESIA — Aksi sigap ditunjukkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari dalam merespons banjir yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.

Banjir yang dipicu luapan Kali Wanggu akibat intensitas hujan tinggi selama sepekan terakhir ini meninggalkan genangan luas, lumpur tebal, serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Komandan Lanal Kendari, Dedi Wardana, langsung mengeluarkan instruksi cepat dari pusat komando. Ia mengerahkan seluruh unsur prajurit untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam upaya pemulihan pascabanjir.
Dalam arahannya, Dedi Wardana menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur, mulai dari pembersihan lingkungan, normalisasi saluran air, hingga penataan kembali kawasan terdampak. Instruksi tersebut menjadi pedoman utama bagi prajurit di lapangan.
“Pemulihan pascabanjir membutuhkan kerja bersama. Lanal Kendari siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan unsur lainnya agar masyarakat dapat segera beraktivitas kembali,” ujarnya.
Prajurit Lanal Kendari pun langsung bergerak membantu warga. Mereka membersihkan permukiman dari endapan lumpur, membuka saluran drainase yang tersumbat, serta memastikan akses lingkungan kembali normal.

Seluruh kegiatan dilakukan secara tertib dan terkoordinasi, mencerminkan disiplin serta respons cepat yang diharapkan dari komando.
Selain itu, Danlanal juga mengingatkan jajarannya untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan di wilayah Sulawesi Tenggara. Pemantauan kondisi cuaca terus dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjaga keselamatan masyarakat.
Kepemimpinan strategis Danlanal Kendari dinilai menjadi kunci dalam percepatan pemulihan pascabencana. Kehadiran TNI AL di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat penanganan dampak banjir, tetapi juga menegaskan komitmen dalam memberikan bantuan yang profesional dan humanis. (Adm)












