BERITA INDONESIA — Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur di tahun 2026 dengan merespons cepat keluhan terkait kerusakan jalan menuju Kendari New Port (KNP).
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langkah-langkah strategis mulai diambil untuk memastikan jalur logistik utama ini kembali fungsional.
Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang sebelumnya sempat memicu keluhan dari para sopir logistik karena menyebabkan kendaraan amblas hingga patah as.
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemkot Kendari menjalin koordinasi erat dengan PT Pelindo (Persero).
General Manager Pelindo Kendari, Herryanto, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai langkah awal untuk meminimalisir risiko di lapangan.
“Pelindo melakukan penimbunan sementara terhadap akses jalan menuju ke KNP terhadap spot-spot yang berlubang untuk menghindari terjadinya accident,” ujar Herryanto.
Senada dengan itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Kendari memastikan tim teknis akan segera turun ke lapangan pada pekan ini.
“Hari Selasa ini kami akan survei langsung ke lokasi. Fokus awal kami adalah melakukan penanganan sementara dengan penimbunan pada lubang-lubang yang krusial agar arus transportasi logistik kembali nyaman bagi para sopir,” tegas Kabid Bina Marga.
Pemerintah Kota Kendari tidak hanya berhenti pada penanganan darurat. Komitmen jangka panjang telah disusun melalui usulan perbaikan permanen dengan konstruksi beton (rigid) mengingat tonase kendaraan yang sangat berat di area tersebut.
Detail Perencanaan PUPR Kendari:
* Estimasi Anggaran: Diperlukan dana sekitar Rp34 miliar untuk konstruksi beton yang tahan lama.
* Pengajuan ke Pusat: Mengingat keterbatasan anggaran daerah, desain dan perencanaan telah diajukan ke pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
* Status Akses: Jalan ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan pelabuhan dengan kawasan industri masa depan.
Melalui kolaborasi dengan Pelindo dan pengawalan usulan anggaran di tingkat pusat, Pemkot Kendari optimis wajah infrastruktur di kawasan ekonomi strategis ini akan jauh lebih baik di tahun 2026.
Penulis : Agus Setiawan












