Nasional

Jaga Eksistensi Tradisi Bungku, PT Vale Gelar Festival Budaya Morowali Ke-4

194
×

Jaga Eksistensi Tradisi Bungku, PT Vale Gelar Festival Budaya Morowali Ke-4

Sebarkan artikel ini
PT Vale sukses menggelar Festival Budaya Morowali ke-4.

BERITA INDONESIA – Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, upaya menjaga identitas lokal menjadi krusial.

Memahami hal tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menggelar Festival Budaya Morowali untuk keempat kalinya.

Mengusung semangat “Melestarikan Budaya, Membangun Masa Depan”, kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 17 hingga 23 Desember 2025.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan wujud nyata sinergi antara perusahaan dengan masyarakat di 13 desa binaan.

Dua tradisi utama menjadi primadona dalam perhelatan tahun ini, yaitu permainan gasing tradisional Mehule dan Tarian Luminda yang melambangkan persatuan dan harmoni masyarakat Bungku.

Head of External Relation Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai perusahaan, yakni CARES.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak boleh hanya fokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur semata.

“Festival ini adalah bukti nyata kehadiran perseroan dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Kami percaya bahwa pembangunan harus mengakomodasi aspek budaya, adat, dan kearifan lokal. Ini adalah ruang di mana nilai-nilai lama dipertahankan sembari kita terus berinovasi,” ujar Endra.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Morowali, Yopi Sabara, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PT Vale. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang.

“Ini langkah nyata menjaga identitas lokal. Harapannya, ke depan skala festival ini bisa diperluas ke tingkat kabupaten agar seluruh desa dan kecamatan bisa ikut berpartisipasi,” tuturnya.

Keunikan festival tahun ini terletak pada keterlibatan aktif pemuda melalui Karang Taruna di area pemberdayaan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Mereka menjadi motor penggerak pelaksanaan, yang menandakan bahwa semangat pelestarian budaya kini mulai merasuk ke generasi muda.

Kepala Desa Ululere, Arman, juga menyambut positif kolaborasi ini. Ia melihat potensi besar dari kekayaan tradisi Morowali yang masih perlu diperkenalkan lebih luas.

“Masih banyak tradisi yang bisa kita kenalkan. Kami berharap ke depan jenis perlombaan yang diadakan semakin beragam,” ungkap Arman.

Selain mempererat tali silaturahmi, festival ini juga mengusung misi penguatan status budaya di kancah nasional.

Saat ini, Tarian Luminda telah resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Sementara itu, permainan gasing Mehule kini tengah dalam proses pendaftaran serupa sebagai upaya mendukung ekonomi kreatif berbasis tradisi.

Melalui IGP Morowali, PT Vale berkomitmen bahwa setiap langkah kemajuan perusahaan akan selalu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap akar budaya masyarakat setempat.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *