Nasional

Pastikan Arus Mudik Nataru Sehat, Balai Karantina Kesehatan Kendari Siagakan Tim Medis dan Ambulans

208
×

Pastikan Arus Mudik Nataru Sehat, Balai Karantina Kesehatan Kendari Siagakan Tim Medis dan Ambulans

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Karantina Kesehatan Kendari, Novi Hendri bersama General Manager Pelindo Kendari, Herryanto. Foto : Agus Setiawan

BERITA INDONESIA – Menghadapi momentum mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 20256, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kendari memperketat pengawasan kesehatan di area pelabuhan.

Hal ini dilakukan guna menjamin seluruh penumpang yang tiba maupun berangkat berada dalam kondisi fisik yang prima.

Kepala Balai Karantina Kesehatan Kendari, Novi Hendri, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak sesuai arahan pusat untuk memastikan kelancaran arus mudik dari sisi kesehatan masyarakat.

“Kami dari Balai Karantina Kesehatan memastikan bahwa semua penumpang yang keluar masuk pelabuhan untuk mudik Natal dan Tahun Baru ini dalam kondisi sehat,” ujar Novi Hendri saat ditemui di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Nataru, Kamis (18/12/2025).

Untuk mendukung pengawasan tersebut, BKK Kendari telah mendirikan posko kesehatan khusus yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang medis.

Sebanyak tujuh tenaga medis disiagakan untuk memantau kondisi penumpang secara langsung.

“Kami menyiapkan dua dokter dan lima perawat yang bekerja secara bergantian atau shift mengikuti jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal. Kami juga menyiagakan unit ambulans untuk mengantisipasi keadaan darurat yang memerlukan penanganan cepat,” tambahnya.

Selain pemeriksaan penumpang, Novi Hendri menekankan pentingnya aspek sanitasi di lingkungan pelabuhan.

Pengawasan tidak hanya menyasar pada orang, tetapi juga pada kebersihan fasilitas umum dan para penjaja makanan di sekitar pelabuhan.

Beberapa poin utama pengawasan selama satu minggu ke depan meliputi: Kondisi Penumpang: Memastikan pemudik layak jalan dan sehat, dan Alat Angkut: Pemeriksaan standar kesehatan pada armada kapal.

Selanjutnya, Sanitasi Pelabuhan: Menjamin lingkungan bersih dan bebas dari faktor risiko penularan penyakit, dan Keamanan Pangan: Pemantauan terhadap penjaja makanan untuk menghindari transmisi penyakit melalui konsumsi.

“Target kami adalah memastikan penumpang, alat angkut, hingga wilayah pelabuhan dalam kondisi sehat sehingga kita bisa menghindari faktor-faktor risiko munculnya transmisi penyakit selama masa libur panjang ini,” pungkas Novi.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *