Ekonomi & Bisnis

Wali Kota Kendari Targetkan Penguatan Swasembada Pangan Melalui Infrastruktur dan Pasar Tani

94
×

Wali Kota Kendari Targetkan Penguatan Swasembada Pangan Melalui Infrastruktur dan Pasar Tani

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran didampingi Kadis Pertanian, Makmur melaksanakan panen sayur kangkung di Kawasan Pertania Distan Kendari, Rabu (03/12/2025).

BERITA SULTRA – Pemerintah Kota Kendari melalui Temu Wicara Pertanian 2025 membulatkan tekad untuk merumuskan langkah besar menuju kemandirian pangan, mengingat Kota Kendari masih sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., pada Rabu (3/12/2025) ini, menjadi wadah bagi petani, penyuluh, pelaku usaha, dan unsur pemerintah terkait untuk bertukar ide strategis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan bahwa meskipun ketersediaan pangan terpenuhi, ketergantungan pada pasokan luar merupakan tantangan serius di tengah ancaman konversi lahan dan peningkatan konsumsi.

“Kita belum mencapai swasembada pangan. Karena itu kita perlu memperkuat sektor pertanian dari hulu ke hilir, memastikan petani mendapatkan dukungan infrastruktur dan akses pasar yang layak,” tegas Siska.

Salah satu fokus utama yang dipaparkan adalah penguatan pasar tani sebagai instrumen ganda, yakni sebagai pengendali inflasi sekaligus penopang pendapatan petani.

Pasar tani dinilai efektif karena memotong rantai distribusi, mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung.

“Pasar tani bukan sekadar tempat transaksi. Ini adalah jembatan ekonomi yang memastikan harga stabil, pendapatan petani meningkat, dan ketersediaan pangan terjaga. Kita ingin menjadikannya kegiatan rutin tiap tahun,” ujarnya.

Wali Kota juga menanggapi keluhan utama para petani mengenai infrastruktur pertanian, khususnya akses jalan dan penerangan di kawasan Amohalo.

Ia memastikan bahwa program pembangunan sudah berjalan, dengan pengaspalan jalan sepanjang lebih dari 1,5 kilometer telah masuk dalam anggaran APBD 2026.

“Petani kita menghasilkan produk berkualitas, tapi akses ke lokasi pertanian masih sulit. Tahun depan kita benahi jalannya. Kita ingin hasil panen mudah diangkut dan petani bekerja lebih nyaman,” tutupnya.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *