Kesehatan

RS Jantung Oputa Yi Koo dan BPJS Kesehatan Tanda Tangani MoU, Layanan Pasien JKN Ditargetkan Mulai 1 Desember

1279
×

RS Jantung Oputa Yi Koo dan BPJS Kesehatan Tanda Tangani MoU, Layanan Pasien JKN Ditargetkan Mulai 1 Desember

Sebarkan artikel ini
Direktur RS Jantung Sulawesi Tenggara, dr.Sukirman bersama Kacab BPJS Kesehatan Kendari, Aldy Wibisono memperlihatkan dokumen kerjasama layanan JKN. Kerjasama ini disaksikan langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka didampingi Kadis Kesehatan Dr.Asridah Mukkadim, Jumat (21/11/2025).

KENDARI – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJS Kesehatan.

Kerja sama ini menjadi angin segar bagi masyarakat Sultra yang membutuhkan layanan kesehatan jantung, pembuluh darah, dan saraf (neuro) yang komprehensif tanpa harus dirujuk ke luar provinsi.

Direktur RS Jantung Sultra, dr. Sukirman, menyatakan bahwa meskipun penandatanganan telah dilakukan hari ini, pelayanan bagi pasien BPJS tidak serta-merta langsung berjalan saat itu juga karena masih ada proses administrasi credentialing.

“Perlu saya informasikan, hari ini penandatanganan tapi masih ada proses credentialing (uji kelayakan) dengan BPJS Kesehatan yang memakan waktu sekitar satu minggu. Insyaallah tanggal 1 Desemberkita mulai menerima pasien BPJS,” ujar dr. Sukirman usai acara penandatanganan, Jumat (21/11/2025).

dr. Sukirman menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai layanan unggulan. Selain poli jantung dan treadmill, RS Jantung Oputa Yi Koo kini memiliki fasilitas canggih seperti Cath Lab untuk kateterisasi jantung, ruang operasi jantung standar nasional, hingga penanganan stroke dengan protokol khusus (thrombolysis) yang dapat memecah sumbatan pembuluh darah otak jika pasien datang dalam periode emas (golden period).

“Kami juga memiliki layanan intervensi nyeri minimal invasif untuk saraf terjepit tanpa operasi besar. Ke depan, sesuai arahan Kemenkes, tahun depan RS Jantung akan menjadi Rumah Sakit Umum Tipe B sehingga bisa melayani seluruh jenis penyakit, tidak hanya jantung,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi membludaknya pasien, dr. Sukirman mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean secara online dari rumah guna meminimalkan penumpukan di rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Aldy Wibisono, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis memperluas akses layanan kesehatan di Sultra.

“Kolaborasi ini membuktikan sinergi pemerintah daerah dan BPJS untuk memastikan masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke Makassar atau Jakarta.

Kami akan mengawal proses integrasi sistem agar awal Desember layanan sudah bisa berjalan,” ungkap Aldy.

Aldy juga menegaskan komitmen BPJS untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara tanpa diskriminasi bagi seluruh peserta JKN.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya kerja sama yang sudah lama dinantikan masyarakat ini.

“Ini adalah berkah hari Jumat. Saya berharap kerja sama ini tidak hanya seremonial, tetapi memberikan dampak nyata. Saya akan cek kembali dua bulan ke depan, saya ingin melihat perubahan signifikan baik dari sisi kebersihan, fasilitas, maupun keramahan pelayanan nakes,” tegas Andi Sumangerukka.

Gubernur juga menyoroti dampak ekonomi dari beroperasinya rumah sakit ini, yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar setelah sempat vakum cukup lama.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani. Fasilitas di sini menurut saya salah satu yang terbaik di Indonesia Timur, terutama untuk jantung dan saraf. Mari kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *