Metro Kota

Pemkot Kendari Petakan Lokasi Ketahanan dan Kerawanan Pangan

127
×

Pemkot Kendari Petakan Lokasi Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf memimpin Rapat Pemetaan Ketahanan dan Kerawanan Pangan Kota Kendati 2025. Foto : Agus Setiawan

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) tengah menyusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA/Food Security and Vulnerability Atlas) Kota Kendari tahun 2025.

Peta ini akan menjadi instrumen penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata dan intervensi program yang tepat sasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa tujuan utama FSVA adalah

menggambarkan secara visual geografis wilayah-wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan.

“Tujuan daripada FSVA ini tidak lain kita ingin menggambarkan di mana suatu daerah dikategorikan rentan rawan pangan, yang bertujuan untuk memberikan informasi visual geografis mengenai wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan agar dapat digunakan sebagai dasar dari pengambilan keputusan kebijakan dan program intervensi yang tepat sasaran,” jelas Abdul Rauf, Jumat (07/11/2025).

Abdul Rauf menegaskan bahwa peta ini memiliki landasan hukum kuat, mulai dari Undang-Undang Pangan hingga Peraturan Badan Pangan Nasional.

Peta ini nantinya akan menjadi sumber informasi utama Pemkot dalam menentukan dan melaksanakan berbagai program prioritas, termasuk pengentasan daerah rentan rawan pangan, penurunan stunting, penurunan kemiskinan, pembangunan ketahanan pangan lintas sektor, dan P embangunan desa.

Secara umum, ia menilai hingga dua tahun ke depan, ketersediaan pangan, khususnya beras di Kota Kendari, masih terjamin, sesuai data dari Bulog.

Demikian pula dari sisi keterjangkauan (distribusi, harga, dan kualitas) pangan dinilai aman.

Meskipun secara umum aman, Abdul Rauf membeberkan bahwa hasil pemetaan 2024 menunjukkan adanya gejala kerawanan di beberapa kelurahan, meskipun statusnya belum darurat.

Kelurahan yang menjadi fokus perhatian yakni Bungkutoko, Tobimeita, Nambo, Sambuli, dan Kelurahab Mangga Dua.

“Sekarang di lima kelurahan ini senantiasa dengan gerakan pangan murah, sosialisasi tentang pangan lokal, pemanfaatan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) kita tetap akan masuk di beberapa kelurahan ini untuk bagaimana masyarakat sana ketahanan pangan keluarganya itu bisa kuat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Pusat akan menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kg beras dan minyak goreng untuk jatah Oktober-November.

Bantuan ini direncanakan akan disalurkan pada awal Desember, setelah mendapatkan peluncuran resmi dari Presiden.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *