Nasional

PT Vale Klaim Kualitas Air Towuti Aman, Prioritaskan Kompensasi Transparan

73
×

PT Vale Klaim Kualitas Air Towuti Aman, Prioritaskan Kompensasi Transparan

Sebarkan artikel ini
PT Vale memastikan penanganan musibah kebocoran pipa minyak di Towuti berjalan transparan dan adil.

Towuti, Sulawesi Selatan – Setelah berakhirnya masa tanggap darurat insiden kebocoran pipa minyak pada 12 September 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmen kuatnya untuk menangani dampak insiden di Towuti secara menyeluruh, transparan, dan melalui dialog inklusif dengan seluruh pemangku kepentingan.

Fokus utama PT Vale saat ini adalah menjawab keresahan warga enam desa terdampak—Lioka, Wawondula, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu—dengan langkah nyata yang didukung oleh data ilmiah.

Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 284 aduan warga telah dicatat melalui Posko Pengaduan di Kantor Camat Towuti dan interaksi langsung di lapangan. Perusahaan mengklaim lebih dari separuh laporan tersebut telah ditindaklanjuti.

Dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Luwu Timur, Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menekankan pentingnya proses pemulihan yang partisipatif.

“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini bukan hanya soal menyelesaikan dampak, tapi juga membangun kembali kepercayaan bersama,” tegasnya.

Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale telah menyusun klasifikasi dampak berdasarkan tingkat keparahan (rendah, sedang, tinggi) untuk kategori sawah, kebun, empang, ternak, hingga sumur air.

Proses saat ini telah memasuki tahap verifikasi menuju penandatanganan perjanjian pembayaran kompensasi.

Upaya pemulihan didukung penuh oleh PT Vale, Pemerintah Luwu Timur, dan tim ahli independen, termasuk Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari.

Selama tiga minggu terakhir, tim independen melakukan pengambilan sampel air, udara, dan tanah secara terbuka, terdokumentasi, dan diuji di laboratorium resmi.

Hasil uji lab hingga 24 September 2025 menunjukkan bahwa kadar Merkuri (Hg) 0.0008 mg/L dan Chromium (Cr6+) 0.01 mg/L, yang mana keduanya jauh di bawah baku mutu I.

Hasil ini, menurut PT Vale, menegaskan bahwa kualitas air dan tanah di wilayah terdampak berada dalam batas aman.

Prof. Fatma Lestari menyatakan bahwa pengambilan sampel yang terbuka dan terdokumentasi bertujuan untuk memastikan masyarakat yakin bahwa pemulihan dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis sains.

Selain mekanisme kompensasi, PT Vale juga terus melakukan upaya pembersihan sisa minyak di pinggiran sungai dan monitoring berkelanjutan bersama pemerintah dan warga.

Perusahaan memandang upaya pemulihan ini sebagai titik balik untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan keberlanjutan ekosistem Towuti.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *