Pendidikan

126 Guru Agama Islam di Sulawesi Tenggara Ikuti Pelatihan Laboratorium PAI

603
×

126 Guru Agama Islam di Sulawesi Tenggara Ikuti Pelatihan Laboratorium PAI

Sebarkan artikel ini
Kadis Dikbud Sultra Prof Aris Badara didampingi Kakanwil Kemenag Sultra H.Muhammad Saleh mengalungkan pengenal peserta pelatihan laboratorium PAI di Kota Kendari, Senin (03/11/2025). Foto : Agus Setiawan

Kendari, Sulawesi Tenggara – Sebanyak 126 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), baik dari ASN maupun non-ASN se-Sulawesi Tenggara, mengikuti Pelatihan Laboratorium Pendidikan Agama Islam Angkatan V, VI, dan VII yang diselenggarakan atas kerja sama antara Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (DPW AGPAI) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar.

Kepala Tata Usaha BDK Makassar, Sukmah memberikan arahan kepada peserta pelatihan laboratorium PAI se-Sultra. Foto : Agus Setiawan

Acara pembukaan pelatihan yang berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 November 2025, ini dilaksanakan di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhammad Saleh, dalam sambutannya menekankan peran krusial guru PAI.

Ia menyatakan, tugas guru PAI lebih berat karena bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer nilai, watak, dan karakter anak didik.

“Yang bisa mendidik itu adalah guru dan tenaga pendidik. Tugas Bapak Ibu semuanya adalah dunia dan akhirat,” ujar Kakanwil Kemenag Sultra, seraya mengapresiasi AGPAI yang terus bergerak meningkatkan kompetensi guru.

Kepala Tata Usaha BDK Makassar, Sukmah, selaku perwakilan penyelenggara, menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan para pengelola PAI dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Foto bersama peserta pelatihan laboratorium PAI se-Sultra. Foto : Agus Setiawan

Pelatihan akan berlangsung selama 60 jam pelajaran dengan metode andragogi, meliputi ceramah, diskusi, dan studi kasus.

Mewakili Kepala BPMP Sultra, La Ode Rustam menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan BPMP senantiasa terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga manapun yang ingin memanfaatkan fasilitas BPMP guna peningkatan mutu pendidikan.

Sementara itu, Ketua DPW AGPAI Sultra, La Hamiku, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya antusiasme peserta.

Tercatat peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Konawe (43 orang) dan Buton Utara (27 orang).

Hamiku berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban 12 jam, tetapi dapat memberikan banyak manfaat yang bisa diterapkan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. H. Aris Badara, menyambut baik inisiatif ini dan mengakui masih adanya “utang” Pemda terkait guru PAI, terutama dalam hal sertifikasi guru agama yang belum terselesaikan.

Prof. Aris Badara juga menyoroti pentingnya peran tenaga laboratorium di sekolah dan berjanji akan mengupayakan alokasi anggaran ke depan.

Ia berharap kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Kemenag, BPMP, dan AGPAI akan terus bersinergi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Foto bersama Kadis Dikbud Sultra Prof Aris Badara, Kakanwil Kemenag Sultra H.Muhammad Saleh, Ketua AGPAI Sultra La Hamiku beserta Pengurus AGPAI Sultra. Foto : Agus Setiawan

Pelatihan ini diselenggarakan berlandaskan berbagai regulasi kepegawaian dan kepelatihan Kementerian Agama, dan didanai secara swadana Pokja AGPAI.

Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang ditandatangani oleh Kepala BDK Makassar.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *