Kendari — Himpunan Mahasiswa Arkeologi Universitas Halu Oleo (HIMALEO) resmi memperingati Anniversary ke-12 dengan penuh semangat dan makna pada Kamis, 30 September 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Theater Fakultas Ilmu Budaya UHO ini mengusung tema “Merangkai Jejak, Menjalin Silaturahmi, dan Meneguhkan HIMALEO yang Solid, Berbudaya, Akademis, serta Kreatif.”
Momentum dua belas tahun perjalanan HIMALEO menjadi ajang memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan warisan budaya dan tinggalan arkeologi, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Melalui kegiatan ini, HIMALEO menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian situs budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HIMALEO, Irman Aidit Jaya, menyampaikan pesan inspiratif mengenai makna kebersamaan dan dedikasi dalam berorganisasi. Ia mengatakan:
“Idealnya dalam mensukseskan suatu wadah bukan semata-mata menjalankan kegiatan yang besar, tetapi menjalankan kegiatan yang kecil dengan cinta yang besar.” kata Irman Aidit Jaya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kesuksesan sebuah organisasi tidak diukur dari besarnya acara yang digelar, melainkan dari keikhlasan, tanggung jawab, dan rasa cinta anggotanya terhadap organisasi dan bidang keilmuannya.
Sementara itu, Dosen Arkeologi Universitas Halu Oleo, La Ode Aspin, memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung dalam perayaan kali ini.
Ia berharap agar tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kekompakan dan kerja sama seluruh anggota HIMALEO.
“Dari tema yang diusung, saya mengharapkan bentuk nyata dari kesolidaritasian HIMALEO serta kekompakan yang menjadi fondasi utama kesuksesan organisasi ini ke depan,” kata La Ode Aspin.
“Jadikan semangat kebersamaan sebagai roh perjuangan, karena dari sinilah lahir langkah-langkah besar yang mampu membawa HIMALEO menjadi organisasi yang berdaya guna bagi masyarakat.
Teknologi boleh maju, tetapi jati diri arkeologi dan nilai-nilai kebudayaan harus tetap menjadi pijakan,” tambahnya.
Dengan bertambahnya usia ke-12, HIMALEO meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi pelopor pelestarian cagar budaya dan tinggalan arkeologi.
Di era digital, kemajuan teknologi tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana memperkuat upaya pelestarian serta penyebarluasan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Penulis : La Ode Idris Syahputra
Editor : Agus Setiawan












