Metro Kota

Cuma 1 Dokter Hewan Layani 11 Kecamatan, Kadis Pertanian Harap Ada Penambahan Personel Puskeswan Kendari

580
×

Cuma 1 Dokter Hewan Layani 11 Kecamatan, Kadis Pertanian Harap Ada Penambahan Personel Puskeswan Kendari

Sebarkan artikel ini
Kadis Pertanian Kendari, Makmur didampingi Kepala Puskeswan Kendari, Indra Purnama saat ditemui awak media Rabu (22/10/2025). Foto : Agus Setiawan

Kendari, Sulawesi Tenggara – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Kendari saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kekurangan obat-obatan, minimnya sumber daya manusia (SDM), hingga lokasi yang dinilai kurang strategis untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, mengungkapkan hal tersebut usai melakukan kunjungan ke Puskeswan.

Menurutnya, kondisi Puskeswan saat ini sangat memerlukan peningkatan, terutama dalam hal ketersediaan obat-obatan dan sarana.

“Hari ini kita saksikan sendiri teman-teman di sini kekurangan obat-obatan terkait dengan kesehatan hewan. Kemudian sarana-sarana juga perlu kita tingkatkan,” ujar Makmur, Rabu (22/10/2025).

Selain itu, lokasi Puskeswan yang berada di pinggiran kota dinilai kurang strategis, khususnya bagi masyarakat pecinta hewan kesayangan seperti kucing, anjing, dan burung.

“Keterjangkauannya ke masyarakat khususnya untuk pencinta hewan kesayangan, itu kan agak susah ke sini. Ini kan ada berada di pinggiran kota. Kalau untuk ternak besar, sapi, kambing ini. Cocoklah di sini. Tapi kalau untuk ini ya harusnya mungkin agak sedikit di tengah kota,” jelasnya.

Masalah SDM juga menjadi sorotan. Makmur menyebut, Puskeswan hanya dilayani oleh satu dokter hewan dan empat staf, padahal cakupan layanannya meliputi 11 kecamatan di Kota Kendari.

“Kalau idealnya mungkin dokter hewan harus ditambah lagi sampai 10 orang yang terbagi ke spesifikasi-spesifikasi tertentu,” tegas Makmur.

Rencana Pemkot Kendari: Pisahkan Layanan Ternak Besar dan Hewan Kesayangan

Menyikapi hal ini, Pemkot Kendari berencana menyusun kebutuhan Puskeswan dan mempertimbangkan keterjangkauan layanan.

Makmur mengusulkan dibuatkan lagi Puskeswan khusus yang melayani ternak kecil atau hewan kesayangan.

“Kita ke depan nanti kita menyusun dulu kebutuhan dari Puskeswan ini. Kemudian kita menghitung keterjangkauannya. Apakah nanti kita bikin lagi, kita ajukan ke pemerintah kota dibuatkan lagi Puskeswan yang khusus melayani ternak kecil atau ternak kesayangan. Ini kita jadikan khusus untuk ternak besar seperti kambing atau sapi,” paparnya.

Menurut Makmur, pengembangan layanan ini juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baik bagi pemerintah kota.

Kepala Puskeswan Akui Kekurangan dan Target PAD

Kepala Puskeswan Kota Kendari, Indra Purnama, membenarkan kekurangan obat-obatan saat ini. Ia menjelaskan bahwa obat bersifat barang habis pakai. “Posisi saat ini memang stok obat kami menipis atau sangat terbatas,” katanya.

Namun, ia bersyukur usulan kebutuhan telah direspons cepat oleh Kepala Dinas dan akan diakomodasi dalam APBD Perubahan Kota Kendari tahun anggaran 2025.

Indra Purnama juga mengakui kekurangan personel. Secara ideal, ia berharap ada penambahan minimal tiga orang dokter hewan. Rencananya, penambahan dokter hewan ini akan ditempatkan di kantor induk dan di klinik hewan yang akan ditempatkan di pusat kota.

Indra Purnama menjelaskan bahwa Puskeswan melayani ternak besar (sapi, kerbau, kuda), ternak kecil (kambing, domba, babi), unggas (ayam dan itik), hewan kesayangan (anjing dan kucing) dan satwa eksotik, serta memiliki target PAD sejak tahun 2025.

Puskeswan memiliki tiga jenis pelayanan yakni Pelayanan Aktif (Gratis): Pelayanan massal terprogram dan terjadwal, umumnya untuk ternak sapi dan kambing di sentra ternak.

Selanjutnya Pelayanan Semi-Aktif (Berbayar): Merespons laporan masyarakat ke lokasi (sapi/kambing sakit), dan Pelayanan Pasif (Berbayar): Layanan klinik di Puskeswan, umumnya untuk hewan kesayangan.

Untuk meningkatkan layanan, Indra Purnama mengungkapkan telah mengusulkan penambahan fasilitas rawat inap (opname) dan fasilitas penitipan hewan, yang didukung penuh oleh pimpinan Dinas Pertanian dan Pemerintah Kota Kendari.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *