KENDARI – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abeli di Kota Kendari berhasil menunjukkan terobosan inovatif dengan memproduksi asap cair dari limbah pembakaran tempurung kelapa.
Inovasi yang baru dikembangkan sekitar dua bulan terakhir ini menarik perhatian Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari, Makmur, yang berharap produk ini dapat dikembangkan lebih besar untuk mendukung ketahanan pangan.

Hal ini terungkap saat Kepala Distan Kendari, Makmur, melakukan kunjungan ke BPP Abeli dalam rangka meninjau program-program yang telah berjalan selama hampir satu tahun terakhir.
“Perjalanan kita ke BPP Abeli hari ini dalam rangka kita melihat apa saja program-program mereka yang mereka lakukan selama hampir kurang lebih 1 tahun ini di sini,” ujar Makmur.
Ia mengapresiasi upaya BPP Abeli yang tidak hanya berhasil memanfaatkan pekarangan menjadi kebun percontohan, melakukan pembinaan terhadap 84 kelompok tani yang tersebar di 13 kelurahan di Kecamatan Abeli dan Nambo, tetapi juga menciptakan inovasi asap cair.
“Kami juga hari ini melihat bahwa BPP Abeli ada terobosan inovatif yang mereka lakukan yakni bagaimana mereka menangkap atau membuat asap cair yang hasil dari pembakaran atau proses dari tempurung kelapa. Asap tadi disuling menjadi cair,” jelas Makmur.
Lebih lanjut, Makmur menjelaskan bahwa asap cair ini memiliki beragam kegunaan, antara lain sebagai pengawet makanan, pencegahan hama, bahan kosmetik, dan juga untuk pengolahan limbah. “Kita akan kurangi limbah juga itu seperti itu,” tambahnya.
Kepala Distan Kendari berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih besar lagi. “Ke depan kita berharap nanti inovasi ini bisa dikembangkan lebih besar lagi sehingga nanti menjadi bagian dari masyarakat dalam rangka ketahanan pangan misalnya, mereka bisa mengurangi ketergantungan dengan pangan, bisa produk-produk lain dari seperti ini,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Abeli, Andi Nardawati, menjelaskan bahwa produk asap cair ini masih tergolong baru.

“Untuk BPP Abeli ini kami pembinaan di KWT Kamboja, Kelurahan Tobimeita. Salah satu produknya itu ada keripik kelabu yang memang sudah lama mereka kembangkan, cuma produk barunya itu yaitu asap cair ini dan isi minyak,” ungkap Andi Nardawati.
Produksi asap cair ini baru dimulai tahun ini dan masih dalam tahap awal. “Produksinya ini mereka masih baru tahun ini, jadi belum tersebar luas jadi masih baru. Pembinaan ini, karena ini baru, baru sekitar dua bulan yang lalu,” jelasnya.
Terkait kendala penyuluhan kepada petani, Andi Nardawati bersyukur bahwa sejauh ini kerja sama dengan kelompok tani dan KWT berjalan baik. BPP Abeli memastikan siap memfasilitasi kebutuhan penyuluhan masyarakat.
“Alhamdulillah untuk sementara untuk kami di BPP Abeli ini karena dengan kerja sama kami dengan petani-petani ataupun KWT itu baik. Artinya penyuluh yang ada di BPP siap memfasilitasi masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Agus Setiawan












