BERITA INDONESIA — Semangat kemanusiaan mewarnai peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Sulawesi Tenggara.
Melalui Klinik Pratama Amal Bhakti, Kanwil Kemenag Sultra menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sultra menggelar aksi donor darah dan cek kesehatan gratis di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, S.Pd., MA, ini mendapat sambutan hangat.
Antrean peserta terlihat sejak pagi, mulai dari jajaran ASN Kanwil Kemenag Sultra, Kemenag Kota Kendari, para purnabakti, hingga masyarakat umum yang tinggal di sekitar kantor wilayah.
Dalam arahannya, H. Mansur menekankan bahwa setetes darah yang disumbangkan bukan sekadar angka, melainkan harapan hidup bagi orang lain.
“Donor darah memiliki manfaat sosial yang luar biasa. Selain menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi, aksi ini menjadi sarana bagi pendonor untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologisnya sendiri,” ujar Mansur.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk: Meningkatkan solidaritas: Memupuk rasa kepedulian sosial antar sesama warga, Kesadaran Kesehatan: Mendorong masyarakat untuk lebih disiplin menjaga pola hidup sehat agar tetap layak menjadi pendonor, dan Ketersediaan Stok Darah: Membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah Sulawesi Tenggara.
Antusiasme peserta tercatat cukup tinggi dengan total 114 orang yang berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis.
Namun, dari jumlah tersebut, tim medis menetapkan 49 orang yang dinyatakan memenuhi syarat (layak) untuk mendonorkan darahnya.
Banyaknya peserta yang belum bisa mendonorkan darah disebabkan oleh beberapa faktor medis saat screening, seperti: Kadar Hemoglobin (Hb) yang belum mencukupi, Kondisi siklus menstruasi (bagi peserta wanita), Kurangnya durasi istirahat atau tidur sebelum kegiatan.
Dari aksi kemanusiaan ini, panitia berhasil mengumpulkan 49 kantong darah yang langsung diserahkan kepada PMI Sultra untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Agus Setiawan












