Metro Kota

Gelar Peer Learning Meeting 2025, Pemkot Kendari Perkuat Ekosistem Literasi Berbasis Digital dan Komunitas

193
×

Gelar Peer Learning Meeting 2025, Pemkot Kendari Perkuat Ekosistem Literasi Berbasis Digital dan Komunitas

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Bunda Literasi Kota Kendari Shintya Putri Anawula Sudirman bersama peserta Gelar Peer Learning Meeting 2025 di Balai Kota Kendari.

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Pembelajaran Sebaya (Peer Learning Meeting) Tahun 2025 dengan tema “Berbagi Pengetahuan dan Kolaborasi Komunitas untuk Literasi Berkelanjutan” di Aula Samaturu kantor Wali Kota Kendari, Kamis (23/10/2025).

Wali Kota Kendari yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Kendari, Adriana Masaruddin secara resmi membuka acara tersebut dan dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara seluruh ekosistem literasi. Kegiatan dihadiri Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman.

Staf Ahli Wali Kota Kendari, Adriana Masaruddin menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang vital untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi guna mengembangkan budaya literasi di Kota Kendari.

“Wali Kota menyambut baik sinergi antara seluruh komunitas literasi dalam forum ini. Sinergi ini penting untuk memperkuat pondasi gerakan literasi agar tidak hanya berjalan secara sporadis, tetapi terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Adriana Masaruddin, mengutip sambutan Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa Gerakan Literasi Berbasis Komunitas memiliki arti penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, melainkan kemampuan untuk memahami, berpikir, berinovasi, dan mengambil keputusan dengan bijak.

Pemerintah Kota Kendari pun berkomitmen mendukung penguatan ekosistem literasi melalui transformasi layanan perpustakaan digital, pemberdayaan Taman Baca Masyarakat, serta kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan komunitas lokal.

Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Andi Dadjeng, dalam laporannya menyampaikan bahwa Peer Learning Meeting merupakan metode efektif untuk menjawab tantangan di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya dan minimnya kolaborasi antar pegiat literasi.

“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat jejaring antar komunitas serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi literasi berbasis digital dan inklusif di Kota Kendari,” jelas Andi Dadjeng.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pegiat literasi dan menghasilkan rumusan tindak lanjut bersama ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Hanna, M.Pd (Ketua GPMB Wilayah Sulawesi dan Papua/Guru Besar UHO) dan Dr. Irianto Ibrahim (Akademisi/Pegiat Literasi), dengan Kiky Risky Ilyas (Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kota Kendari) sebagai moderator.

Wali Kota berharap, melalui forum ini akan muncul gagasan baru, jejaring kolaborasi, dan model pengembangan literasi yang dapat direplikasi di seluruh kelurahan, lembaga pendidikan, dan komunitas literasi.

Pembangunan gedung baru Perpustakaan Kota Kendari yang akan segera digunakan juga diharapkan menjadi sarana pendukung bagi seluruh ekosistem literasi di Kendari untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di era digital.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *