Kendari, Sulawesi Tenggara – Upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga di Kota Kendari mendapat dukungan kuat melalui kolaborasi pengabdian yang melibatkan akademisi dan pemerintah termasuk legislatif.

Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, dan Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari bersinergi dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Peran Kelompok Wanita Tani Mekar Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Ternak dan Pendapatan Keluarga” di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, pada Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini secara spesifik berfokus pada penguatan Kelompok Ternak binaan Distan Kota Kendari, mengingat sektor peternakan memegang peranan vital dalam menopang ketahanan pangan daerah dan perekonomian masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan Anggota DPRD Kota Kendari, Lawama.
Santiwati, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Kendari, menyampaikan bahwa keberhasilan usaha ternak sangat bergantung pada kelembagaan kelompok ternak yang kuat, solid, dan mandiri.
“Pembinaan dan penguatan kelompok ternak merupakan langkah strategis dengan tujuan utama: pertama, meningkatkan kapasitas ternak; kedua, memperluas akses peternak terhadap informasi, teknologi, dan permodalan; dan yang ketiga, memperkuat posisi tawar peternak di pasar,” jelas Santiwati.

Santiwati juga mengingatkan kembali tentang landasan hukum kelembagaan, termasuk Permentan No. 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani/Peternak, hingga Perda Kota Kendari No. 10 Tahun 2014 Pasal 15 Ayat 3 mengenai larangan pelepasan hewan ternak di tempat umum yang dapat mengganggu ketertiban.
Berdasarkan data Distan, dari 502 Kelompok Ternak yang terdaftar di tahun 2025, sebanyak 440 kelompok masih aktif, termasuk 9 Kelompok Ternak di Kecamatan Poasia.
Mendorong Kemandirian dan Modernisasi
Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya minat generasi muda terhadap sektor ini, Santiwati menegaskan strategi penguatan kelompok akan difokuskan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kualitas administrasi, serta fasilitasi bantuan bibit, pakan, dan kandang.

Harapan besar Distan, lanjutnya, adalah agar Kelompok Ternak dapat menjadi lebih mandiri, solid, dan berorientasi bisnis, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas ternak dan kesejahteraan peternak.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun Kelompok Ternak yang maju, mandiri, dan modern, demi terwujudnya Kota Kendari yang semakin maju dan berkontribusi besar pada ketahanan pangan dan ekonomi.
“Penguatan Kelompok Ternak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi komitmen antara peternak, penyuluh, dan masyarakat. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun kelompok ternak yang maju, mandiri, dan modern,” tutup Santiwati.
Editor : Agus Setiawan












