KENDARI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari mengambil langkah proaktif dalam menghadapi tantangan era digital dengan menggelar Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK).
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas pustakawan serta pengelola perpustakaan di kota tersebut. Pelatihan berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rabu (01/10/2025).

Acara pelatihan ini Diinisiasi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Minat Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Hj. Arniaty DK. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Hj.Andi Dadjeng diketahui tengah menghadiri FGD untuk DAK Fisik yang diselenggarakan oleh Perpusnas RI di Jakarta.
Kehadirannya menunjukkan komitmen penuh dinas dalam mendorong transformasi layanan perpustakaan menuju platform digital.

Dalam sambutannya, Hj. Arniaty DK menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan dampak signifikan, menuntut perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi untuk bertransformasi.
“Perpustakaan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman melalui penyediaan layanan berbasis digital. Transformasi ini mencakup otomasi perpustakaan, katalog daring (OPAC), penyediaan koleksi digital, serta pemanfaatan berbagai aplikasi teknologi untuk mendukung akses informasi yang lebih cepat, mudah, dan luas,” jelasnya.

Pelatihan ini berfokus pada pemberian keterampilan praktis dan pemahaman mendalam tentang pentingnya TIK dalam pengelolaan perpustakaan modern.
Pustakawan dihadapkan pada kenyataan bahwa fokus pada layanan manual kini kurang optimal dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat di era digital.
Fokus pada Peningkatan Kompetensi Digital
Narasumber kunci dalam kegiatan ini adalah Abdul Rahman Harudin, seorang Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ia membagikan ilmu serta pengalaman terbaik dalam implementasi layanan digital, mengatasi salah satu permasalahan utama yang dihadapi, yaitu keterbatasan kompetensi pustakawan dalam penguasaan TIK.
Melalui program Sosialisasi, Pelatihan, dan Pendampingan (SPP) TIK ini, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar mampu mengimplementasikan layanan digital secara mandiri di perpustakaan masing-masing.
“Dengan adanya SPP TIK, kami berharap pustakawan dan pengelola perpustakaan dapat lebih profesional, adaptif, dan inovatif dalam memberikan layanan kepada pengguna,” tutup Hj. Arniaty DK.
Diharapkan, langkah ini akan memperkuat peran perpustakaan di Kota Kendari sebagai pusat literasi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang melek informasi dan berdaya saing di era global.
Editor : Agus Setiawan












