Konawe Utara, Sulawesi Tenggara — Kabupaten Konawe Utara (Konut) akan menjadi lokasi pembangunan Pangkalan Udara Angkatan Darat (Lanudad) Konasara dan Skadron 22 Sena.
Dilansir dari Media Online IndoSultra, Proyek strategis ini ditinjau langsung oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad), Mayjen TNI Zainudin, bersama Bupati Konut, H. Ikbar, pada Jumat (19/9/2025).
Pembangunan Lanudad Konasara ini merupakan bagian dari Rencana Strategis TNI Angkatan Darat untuk memperkuat pertahanan udara nasional. Lokasi yang dipilih berada di Kecamatan Langgikima.
Pemda dan TNI AD Bersinergi Sediakan Lahan
Bupati Ikbar menjelaskan bahwa proyek ini membutuhkan lahan seluas sekitar 300 hektare. Saat ini, Pemda Konut telah mengusulkan penganggaran untuk tahap awal seluas 184 hektare.
Dari jumlah tersebut, 84 hektare masuk kawasan hutan dan 100 hektare berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).
“Proses pembebasan lahan akan dilakukan bertahap dengan dukungan rekomendasi dari Gubernur Sultra,” terang Ikbar.
Ia menambahkan, pembangunan ini tidak hanya akan memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi baru di Konut.
Proyek Strategis untuk Pertahanan dan Ekonomi
Mayjen TNI Zainudin menegaskan bahwa Lanudad Konasara sangat penting karena akan menjadi garda terdepan untuk menjaga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III. Selain itu, pangkalan udara ini juga akan mendukung pengembangan wilayah Konut.
“Lanudad Konasara tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga akan memberikan efek berlipat ganda bagi daerah,” jelas Zainudin.
Ia juga menambahkan, bandara militer ini nantinya akan dikolaborasikan dengan Pemda untuk berfungsi ganda sebagai bandara sipil, yang diharapkan akan menunjang aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pembangunan di Konawe Utara.
Saat ini, proyek sudah memasuki tahap riset teknis. Pembangunan fisik ditargetkan akan dimulai pada pertengahan 2026.
Dengan adanya Bandara Konasara, diharapkan Konawe Utara akan semakin maju dan seluruh potensi daerah dapat dimaksimalkan.
Penulis : Kriamawan
Editor : Agus Setiawan












