Kendari, Sulawesi Tenggara – Perkembangan teknologi yang pesat menuntut instansi publik untuk beradaptasi, tak terkecuali perpustakaan.
Guna menjawab tantangan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari mengambil langkah maju melalui aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XIX tahun 2025.

Inovasi yang digagas adalah Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Digital Kota Kendari, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan minat baca masyarakat.
Inisiatif ini dipimpin oleh Arniaty Daeng Kanang, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Minat Baca.
Menurut Arniaty, saat ini layanan perpustakaan masih banyak dilakukan secara manual. “Kami membutuhkan transformasi sistem layanan perpustakaan berbasis digital dengan data yang terintegrasi secara nasional agar lebih efektif, efisien, dan mudah diakses oleh pengunjung,” jelasnya.
Rencana aksi perubahan ini berfokus pada penerapan sistem otomasi seperti INLISLite dan OPAC online.
Dengan sistem ini, berbagai layanan perpustakaan akan menjadi lebih modern, antara lain:
* Pendaftaran keanggotaan online yang lebih praktis.
* Sirkulasi buku (peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan) yang terdigitalisasi.
* Katalogisasi dan inventaris koleksi yang terorganisir secara digital.
Transformasi digital ini sejalan dengan Peraturan Walikota Nomor 25 Tahun 2025 yang menekankan peran dinas dalam menyediakan dan mengelola koleksi bahan pustaka.
Diharapkan, inovasi ini tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga mendukung program literasi nasional dan visi Kota Kendari dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan melek teknologi.
“Aksi perubahan ini bukan hanya tentang modernisasi teknologi, tetapi juga strategi adaptif kami dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran sepanjang hayat,” tambah Arniaty.

Komitmen dinas ini mendapat sambutan baik dan dukungan penuh dari Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Kendari dalam memajukan sektor pendidikan dan literasi di era digital.
Editor : Agus Setiawan












