Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) meluncurkan sebuah inovasi program penguatan ketahanan pangan keluarga dengan pendekatan yang lebih efektif dan langsung menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah.
Berbeda dari program sebelumnya yang hanya memberikan bibit atau benih, kini dinas tersebut mendistribusikan tanaman yang sudah siap panen dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa perubahan strategi ini bertujuan agar bantuan pangan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh penerima.
“Kalau dulu biasa hanya dikasih bibit, prosesnya panjang. Kami merubah. Supaya dia memang bisa efektif, kami memberikan tanaman yang sudah siap petik. Paling tinggal satu dua minggu atau satu bulan, dia sudah siap panen,” ujar Abdul Rauf, Selasa (07/10/2025).
Menurutnya, masyarakat dari ekonomi menengah ke bawah cenderung berpikir mencari uang hari ini untuk kebutuhan makan hari ini.
Dengan memberikan tanaman yang hampir panen, penerima bantuan hanya perlu merawatnya sebentar untuk langsung menikmati hasilnya.
“Seketika dia mau makan butuh cabai, sudah ada cabainya. Butuh sayuran, ada tomat dan terong, sudah bisa dia petik. Tidak perlu lagi dia beli,” tambahnya.
Fokus pada Masyarakat Kurang Mampu dan Komoditas Pokok
Program ini fokus diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu sebagai upaya nyata untuk mengurangi beban keluarga di sektor pangan, khususnya untuk komoditas yang harganya sering fluktuatif seperti cabai.
Saat ini, program ini masih bersifat swadaya dan mandiri dari kepedulian Dinas Ketapang. Namun, Rauf berharap di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan akan ada dana yang dialokasikan.
“Insyaallah nanti di perubahan, kami sudah dapat bantuan walaupun kecil. Cukup untuk memberikan kepada 30 kepala keluarga,” jelasnya.
Setiap Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan akan mendapatkan sekitar 10 hingga 15 pohon terdiri dari 5 pohon cabai, 5 pohon terong, dan 5 pohon tomat.
Abdul Rauf menegaskan bahwa inovasi ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Kendari dan perintah Mendagri tentang pemanfaatan pekarangan atau teras rumah untuk ketahanan pangan.
Setelah pemberian, dinas juga berkomitmen akan melakukan pembinaan berkelanjutan agar pola pikir masyarakat berubah dan mereka dapat melakukan penanaman secara mandiri ke depannya.
Laporan : Agus Setiawan












