Metro Kota

20 Seniman Kendari Gelar ‘Ritus Kota’ dengan Semangat Inklusif dan Representasi Perempuan

244
×

20 Seniman Kendari Gelar ‘Ritus Kota’ dengan Semangat Inklusif dan Representasi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Ritus Kota yang menjadi ajang Silaturahmi Seni Kendari akan digelar di Taman Budaya Sulawesi Tenggara pada 27 September 2025.

Kendari — Sebanyak 20 penyair dan seniman ternama Kota Kendari akan berkumpul dalam ajang Ritus Kota, Silaturahmi Seni Kendari yang akan digelar di Taman Budaya Sulawesi Tenggara pada 27 September 2025.

Pertemuan ini digadang menjadi arena penting yang menjembatani dan merefleksikan ekspresi sastra dan seni di ibukota Sulawesi Tenggara.

Ketua Pustaka Kabanti, Syaifuddin Gani, menyatakan bahwa ajang budaya ini digagas dan dilaksanakan oleh dua komunitas seni dan sastra setempat, Pustaka Kabanti dan Pekamata.

Menurutnya, program ini dilandasi pemikiran bahwa jagat seni di Kendari merupakan ekosistem yang saling terhubung, dengan seniman dan komunitas sebagai jaringan utamanya.

“Ritus Kota diikhtiarkan menjadi arena silaturahmi seni Kota Kendari yang mempertimbangkan inklusivitas, lintas generasi, dan representasi perempuan,” ujar Syaifuddin Gani.

Memotret Seni Kendari Secara Jernih dan Terbuka

Syaifuddin Gani menambahkan bahwa ide ini penting sebagai ancangan untuk memotret seni di Kendari secara lebih jernih dan terbuka, memberikan ruang seluas mungkin bagi pegiat seni untuk hadir dalam forum bersama.

“Di sisi lain, Ritus Kota ini diandaikan sebagai ritus kebudayaan di tengah gencarnya ritus pembangunan dan modernitas di jantung kota,” jelasnya.

Visi yang diusung adalah terciptanya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan pengembangan seni dan kebudayaan sebagai bagian esensial kemajuan sebuah kota.

Para penyair, sastrawan, dan seniman yang akan hadir adalah mereka yang selama ini turut mewarnai kesenian di Kendari dan Sulawesi Tenggara.

Dua puluh nama tersebut meliputi: Abdul Razak Abadi, Arif Relano Oba, Ashari Amrullah, Asidin La Hoga, Aulia Indah Hapsari, Irfan Ido, Irianto Ibrahim, Iwan Djibran, Iwan Konawe, Marwan Ma’ani, Muammar Qadafi Muhajir, Muh. Nasrul Evendi, Ramadoni, Rauf Alimin, Riska Ayu Putri, Sendri Yakti, Sulprina Rahmin Putri, Syaifuddin Gani, Wa Ode Nur Iman, dan Yusuf IW.

Mereka akan menampilkan karya yang lirih, kritis, dan reflektif, menampilkan lirik-lirik puitis yang indah melalui pembacaan puisi, serta nada menyentuh dari musikalisi puisi.

Menggugah Perhatian Pemerintah

Kegiatan yang dipandu oleh pewara kenamaan Kendari, Kiki Reskiayana Ilyas, ini juga melibatkan banyak mitra dari berbagai lembaga dan komunitas.

Kemitraan ini mencakup The La Malonda Institute, Elnical Multimedia, Idea Project, Kampung Pisang, UK Seni UHO, Ber.Project.Id, Menggaa Community, Teater Sendiri, Teater Tembako, Forum TBM Kota Kendari, Forum TBM Sultra, Teater Anamokole, Rumah Andakara, Laskar Sastra, Ika Dubas Sultra, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, serta Tasaro Kopi.

Selain pentas seni, acara akan dimeriahkan dengan testimoni dari seniman yang menghubungkan kegiatan Ritus Kota dengan kesenian di Kendari dalam kaitannya dengan masyarakat, tradisi, pembangunan, keberlanjutan seni, dan regenerasi.

Ritus Kota diharapkan menjadi salah satu momen untuk menyuarakan kerja kesenian kepada Pemerintah Kota dan Pemda Sulawesi Tenggara tentang keberadaan seniman daerah yang karyanya tersebar secara nasional bahkan internasional, dan patut diberi ruang terbuka.

“Perhatian pemerintah, misalnya di ranah kebijakan dan penganggaran, menjadi sebuah keniscayaan untuk membangun kesenian di kota dan provinsi secara nyata,” tutup Syaifuddin Gani.

Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk seniman, mahasiswa, pegiat literasi, komunitas, pegawai pemerintah, guru, siswa, dan masyarakat umum.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *