Kendari, Sulawesi Tenggara – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Kendari berencana meluncurkan program Pemilihan Duta Generasi Antikorupsi (Garansi) yang menargetkan pelajar tingkat SMA, SMK, dan sederajat. Program ini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.
Ketua Umum DPP GMPK, Douglas Pasaribu, menyatakan bahwa kegiatan di Kendari ini akan menjadi “prototype project” setelah sukses dilaksanakan sebelumnya di Sulawesi Tengah.
“Acara yang kita adakan di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari ini menjadi prototype project kami. Sebelumnya juga sudah dilaksanakan di daerah Sulawesi Tengah mengenai pemilihan Duta Garansi, Duta Generasi Antikorupsi, di mana itu yang pesertanya adalah tingkat SMA dan sederajat,” ujar Douglas Pasaribu, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, program ini adalah momen yang bagus untuk pencegahan antikorupsi sejak dini, dan ia menunjuk Ketua DPD GMPK Kota Kendari, H. Safruddin, untuk menahkodai kegiatan ini.
“Kita berharap Ketua GMPK Kota Kendari Pak Haji Safruddin bisa menahkodai kegiatan ini sebagai penanggung jawab untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Hal ini ke depannya menjadi barometer kita di dalam program kerja pencegahan antikorupsi sejak dini,” jelasnya.
Menyikapi maraknya korupsi, Douglas Pasaribu menegaskan bahwa GMPK tetap mendukung penuh kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam penindakan dan pemberantasan korupsi.
Program Duta Antikorupsi ini pun dilihat sebagai bagian dari upaya yang sejalan dengan instruksi presiden dalam memberantas korupsi.
Sementara itu, Ketua DPD GMPK Kota Kendari, H. Safruddin, yang sehari-hari juga berprofesi sebagai Kepala Sekolah di SMK 4 Konawe, menyambut positif inisiatif ini.
“Kegiatan yang kami lakukan ini adalah dalam rangka membentuk Duta Antikorupsi di tingkat SMA, SMK, SLB dan sederajat. Itu insyaallah kami akan lakukan karena ini salah satu langkah dan upaya bagaimana bisa mengisi generasi muda kita yang sekarang ini sehingga betul-betul menjauhi apa yang namanya tindakan-tindakan yang tergolong korupsi dan nepotisme,” tutur H. Safruddin.
Ia menambahkan, pihaknya berencana melaksanakan program Duta Generasi Antikorupsi ini pada tahun 2026, dan akan segera berkoordinasi serta melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk meminta dukungan secara moral. Duta-duta terpilih ini diharapkan akan menjadi pionir di sekolah masing-masing.
Sekretaris DPD GMPK Kota Kendari, Rajatin, yang juga Wakil Kepala SMA Negeri 9 Kendari, menjelaskan peran penting Duta Antikorupsi.
“Nantinya para duta-duta inilah yang akan selalu mensosialisasikan dari generasi ke generasi khususnya di forum komunikasi OSIS misalnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Berarti duta ini nanti jadi pionir di sekolahnya masing-masing untuk mengedukasi itu,” jelas Rajatin.
Dukungan juga datang dari kalangan pendidik, Koordinator Pendidikan Anti Korupsi GMPK Kota Kendari, Irwan, yang juga Kepala SMK Negeri 5 Konawe Selatan, melihat program ini sebagai peluang yang sangat membantu guru dalam memberikan pemahaman antikorupsi.
“Kebetulan dengan adanya GMPK yang akan dilaksanakan Duta Antikorupsi khusus untuk SMA, SMK, dan SMA sederajat. Maka ini adalah peluang ini sangat terbantu dengan adanya GMPK ini untuk menjadi jembatan supaya anak-anak kita jauh lebih bagus dari sekarang ini agar dapat memahami yang namanya Antikorupsi,” tutup Irwan.
Penulis : Agus Setiawan












