Metro Kota

BPP Baruga Kendari Hasilkan Ratusan Kilo Cabai, Jadi Penekan Inflasi Daerah

551
×

BPP Baruga Kendari Hasilkan Ratusan Kilo Cabai, Jadi Penekan Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Kadis Pertanian Kota Kendari, Makmur bersama jajaran melaksanakan panen cabai di BPP Kecamatan Baruga, Kamis (23/10/2025). Foto : Agus Setiawan

KENDARI – Dinas Pertanian Kota Kendari terus mendorong inovasi dan pemanfaatan lahan pekarangan di wilayahnya sebagai bagian dari program Kendari Berkebun untuk memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah, terutama dari komoditas cabai.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, saat melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baruga.

Kepala BPP Kecamatan Baruga, Kadek Sumitra menyerahkan hasil panen cabai kepada Kadis Pertanian Kota Kendari, Makmur. Foto : Agus Setiawan

Makmur menyoroti inovasi penanaman cabai besar (500 pohon) di lahan kering sekitar tiga are yang menunjukkan hasil memuaskan.

“Hari ini yang menjadi sorotan kami yang kita lihat bahwa ada sebagai inovasi adalah bagaimana mereka menanam cabe besar itu 500 pohon. Dan hari ini sudah petikan kesembilan kalinya dan total produksinya sudah 329 kilo,” jelas Makmur, Kamis (23/10/2025).

Ia menambahkan bahwa hasil produksi tersebut menunjukkan potensi keuntungan yang luar biasa dari pemanfaatan lahan yang cenderung kering.

Makmur menegaskan bahwa salah satu tujuan utama program Kendari Berkebun adalah pengendalian inflasi.

“Salah satu memang tujuan kita Kendari Berkebun tadi itu bagaimana pengendalian inflasi. Kami berharap dengan penanaman ini bisa menekan laju inflasi di Kota Kendari khususnya,” ujarnya.

Dukungan pemerintah diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada petani, baik petani sawah maupun hortikultura, oleh tim penyuluh pertanian yang dikoordinir oleh Koordinator BPP Kecamatan Baruga, Kadek Sumitra.

Kadek Sumitra menyatakan sinergitas dengan petani cukup baik dan menyoroti perlunya sentuhan teknologi, seperti peralatan TR4, untuk menggerakkan petani.

“Sektor pertanian yang dominan di Baruga pertama itu padi sawah, kedua perkebunan, ketiga hortikultura. Hortikultura inilah yang penyangga-penyangga sayur yang ada di Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Yani, Tenaga Penyuluh BPP Kecamatan Baruga, memaparkan tantangan di lapangan.

Kadis Pertanian Kota Kendari, Makmur menggelar konferensi pers usai panen cabai di BPP Kecamatan Baruga. Foto : Agus Setiawan

Tantangan utama yang dihadapi adalah mayoritas petani yang bukan pemilik lahan, sehingga rotasi tanam tidak konsisten, serta kendala cuaca ekstrem.

Namun, dukungan benih sayuran dari dinas pertanian sangat membantu petani, terutama untuk tanaman pekarangan.

Yani juga menyinggung sinergi BPP dengan instansi lain, seperti Lapas Dewasa Kelas IIA dan Lapas Anak (LPKA).

Kerjasama dengan Lapas Dewasa sudah terjalin sejak 2023, di mana BPP mendukung dengan benih dan memasukkan Lapas ke dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sehingga mereka bisa mendapat bantuan pupuk bersubsidi.

Kadis Pertanian Kota Kendari, Makmur memperlihatkan cabai hasil pertanian BPP Baruga. Foto : Agus Setiawan

“Anak-anak itu (LPKA) diajar untuk menjual langsung di Pasar Baru Baruga. Mereka diajar langsung untuk (menanam) habis itu mereka diajarkan untuk memasarkan,” ungkap Yani, menunjukkan upaya edukasi terintegrasi bagi warga binaan.

Yani mencontohkan strategi tanam seperti jagung ketan/pulut seluas satu hektar yang ditanam tidak serentak, melainkan berotasi per minggu, untuk menghindari kerugian penjualan besar-besaran saat panen raya sebuah strategi yang disarankan penyuluh pertanian mengingat tantangan pemasaran di wilayah kota.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *